"Saya melihatnya dalam hal ini masih banyak yang harus diperbaiki," kata Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih usai melakukan inspeksi mendadak terkait pelayanan Jamkesmas di RSCM, Salemba, Jakarta, Senin (25/10/2010).
Sistem ini harus diperbaiki karena masih banyak pasien yang belum tahu, siapa yang akan menjamin pelayanan kesehatannya. Data juga harus diperbaiki agar jangan sampai mereka yang miskin tidak dapat Jamkesmas, dan sebaliknya mereka yang dapat Jamkesmas sebenarnya mampu.
"Kita akan bekerja sama untuk melakukan perbaikan pendataan dengan badan pendataan penduduk, BPS, agar program Jamkesmas ini betul-betul diperuntukan bagi orang-orang yang patut mendapatkannya," imbuhnya.
Di RSCM ada 1.200 pasien Jamkesmas per hari. Komposisinya 30 persen adalah Jamkesmas, 30 persen adalah Jamkesda DKI Jakarta atau pasien Gakin (Keluarga Miskin), sisanya adalah Jamkesda daerah lain.
"Nanti kita lihat apakah anggaran Jamkesmas bisa naik atau tidak. Tapi yang bisa kita lakukan adalah memperbaiki mutu. Misalnya, dengan memperkuat RS sekitar sehingga tidak perlu ke sini (RSCM). RSCM juga sudah bikin MoU dengan RS di daerah dan memperbaiki sistem perujukan," ujarnya.
Rumah Singgah
Terkait dengan kebijakan rumah singgah untuk pasien miskin dari daerah, menurut Endang, hal itu bukanlah program Kemenkes. Rumah singgah menjadi tanggung jawab masing-masing rumah sakit.
"Rumah singgah itu biasanya digunakan pasien yang membawa keluarga dari daerah. RS besar seperti RSCM biasanya buat rumah singgah. Saya dengan RSCM membuat MoU dengan LSM untuk mengadakan rumah singgah ini," tutupnya.
(fay/nrl)











































