Polisi Periksa 6 Saksi Perampokan di Kompleks PLN

Polisi Periksa 6 Saksi Perampokan di Kompleks PLN

- detikNews
Senin, 25 Okt 2010 11:14 WIB
Jakarta - Kepolisian masih menyelidiki kasus perampokan di rumah Wakil Direktur Kospin Jaya, Andi Arslan di Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta Selatan. Enam saksi diperiksa polisi.

"Penyelidikan masih berjalan. Sudah enam saksi kita periksa," kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Gatot Edy Pramono saat dihubungi detikcom, Senin (25/10/2010).

Enam saksi itu diantaranya pembantu yang berada di rumah korban dan warga. Dari pemeriksaan pembantu, polisi telah mendapatkan titik terang mengenai pelaku.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pembantu ingat wajah pelaku," katanya.

Lebih jauh Gatot mengungkapkan, pihaknya akan mencari petunjuk berdasarkan ciri-ciri wajah pelaku yang akan dibuatkan sketsanya. "Nanti kita buat sketsanya," ucapnya.

Selain itu, polisi juga masih menelusuri mobil sedan yang digunakan pelaku saat beraksi. "Kalau nomor polisi kendaraannya tidak tahu," katanya.

Perampokan di rumah Andi terjadi bertepatan menjelang Salat Jumat, 22 Oktober lalu. Para pelaku yang berjumlah 5 orang itu masuk ke dalam rumah dan berpura-pura sebagai polisi.

Saat pembantu rumah, Ali Gufron (19) hendak menelepon majikannya, salah seorang pelaku menembakkan pistol ke Gufron hingga melukainya. Gufron menderita luka tembakan yang menembus ke perut sebelah kiri.

Gufron kini masih mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU Rumah Sakit TNI/AL Mintohardjo. "Sudah sadar, tapi masih dirawat di ICU," ujar Elian, sopir Andi.



(mei/fay)


Berita Terkait