Harga BBG Tidak Seragam, Penumpang Bus TransJ Menunggu Lebih Lama

Harga BBG Tidak Seragam, Penumpang Bus TransJ Menunggu Lebih Lama

- detikNews
Senin, 25 Okt 2010 10:55 WIB
Harga BBG Tidak Seragam, Penumpang Bus TransJ Menunggu Lebih Lama
Jakarta - Usaha pemerintah untuk mendorong penggunaan angkutan umum masih setengah hati. Buktinya, penumpang bus TransJ harus menunggu bus lebih lama dari biasanya karena disparitas harga gas.

Disparitas itu menyebabkan penumpukan bus untuk mengisi bahan bakar (BBG) gas di stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) yang harganya lebih lebih murah.

"Perjalanan terganggu karena jarak tunggu antar bus menjadi lebih lama dari biasanya. Penumpang mau tidak mau harus antre lebih lama," ujar Humas Badan Layanan Umum (BLU) TransJakarta Yuliani Fevta saat berbincang dengan detikcom, Senin (25/10/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Yuliani, hal ini disebabkan adanya penumpukan bus TransJ yang sedang mengisi BBG di SPBG milik Pertamina. Sedangkan SPBG dari Perusahaan Gas Negara (PGN) tidak lagi digunakan karena tarifnya terlalu mahal.

"Kita hanya isi di SPBG Pertamina yaitu di Pesing, di Jl Pemuda dan Pancoran. Sedangkan SPBG dari PGN yaitu Rawa Buaya dan di Jl Perintis Kemerdekaan, kita tidak ke sana lagi," terangnya.

Hal tersebut dikarenakan SPBG dari PGN menaikkan harga dari Rp 2.562 per liter setara premium (Lsp) menjadi Rp 3.600/Lsp. Akibatnya 430 armada bus transJ dari 8 koridor menumpuk di tiga SPBG milik Pertamina tersebut.

"Perbedaan harganya terlalu tinggi, makanya kita hanya mengisi di SPBG Pertamina. Kita minta Pemerintah bisa menyeragamkan harga yang sesuai," terangnya.

Sebelumnya DPRD DKI juga mendesak agar Kementerian ESDM segera menyeragamkan harga BBG untuk bus TransJ. Bila tidak, maka dengan beroperasinya koridor IX dan X pada akhir Desember mendatang justru akan menambah permasalahan baru.

"Sekarang saja sudah terganggu karena bus banyak yang antre, bagaimana kalau armada bus ditambah lagi. Pasti tambah macet dan penumpang semakin terlantar," ujar Ketua Komisi B DPRD Selamet Nurdin kemarin.

Ketua komisi yang membidangi transportasi di Jakarta ini pun mendesak agar pemerintah pusat segera mengatasi disparitas harga BBG ini.

"Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian ESDM harus bisa menyeragamkan harga bahan bakar gas untuk bus TransJ. Karena kalau tidak, pelayanan busway tidak akan maksimal," terang Ketua DPW PKS Jakarta ini.

(her/nrl)


Berita Terkait