"Semakin hari semakin meningkat, kekuatannya berkisar tiga skala richter," kata Kepala Kantor BPPTK, Subandrio, kepada detikcom, Senin (25/10/2010).
Menurut Subandrio, gempa tidak sampai menimbulkan kerusakan. Sementara intensitasnya masih dihitung oleh petugas BPPTK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Susah dilihat memang karena asap tebal, tapi belum keluar lavanya," tambah Subandrio.
Penggemukan tubuh gunung, lanjut Subandrio, masih di angka 20 Cm per hari. Pihaknya, tidak mau memprediksi kapan letusan terjadi karena masih terus melakukan pemantauan.
"Abu vulkanik juga belum keluar, kami masih memantau saja. Tidak bisa memprediksi," tutupnya.
Merapi semakin meningkat aktivitasny sejak pekan lalu. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Surono menegaskan arah luncuran lava pijar bakal lebih dominan menuju ke arah selatan Merapi. Pihaknya meminta warga di Kabupaten Sleman dan Klaten untuk meningkatkan kewaspadaannya.
Menurut dia, pihaknya menaikkan status Merapi menjadi Siaga karena semua hasil pemantauan menunjukkan peningkatan. Data guguran yang terpantau di Plawangan Kaliurang dan Babadan juga meningkat, bahkan sempat ada guguran hingga jarak 3,5 km dari puncak.
Meski demikian pihaknya juga belum bisa memastikan waktu munculnya lava ke
permukaan. Sedang gejala-gejala adanya tekanan magma dari perut bumi ke atas
sudah muncul.
(mad/mei)











































