Dilansir AFP, Minggu (24/10/2010), kapal yang membawa 5.076 ton minyak itu akan berlayar menuju Seychelles. Di dalamnya terdapat dua awak asal Ukraina, dan 14 orang dari Filipina.
Penyerangan terjadi di sekitar 50 meter dari timur Kenya pada Minggu pagi waktu setempat. Informasi sementara, para awak kapal dalam kondisi sehat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah Singapura sudah menangani kasus ini. Tidak ada warga Yunani di dalamnya," tambah juru bicara penjaga pantai Kenya.
Pembajakan ini juga dikonfirmasi oleh pihak angkatan Laut Turki. Mereka juga ikut membantu proses penyelidikan. Bahkan sebuah helikopter sudah diterjunkan ke lokasi.
"Helikopter tersebut bisa memantau pergerakan para bajak laut dengan senjata mereka," ujar juru bicara angkatan laut Turki.
Dalam beberapa pekan ini, penyerangan bajak laut memang semakin sering terjadi. Sedikitnya sudah ada 19 kapal yang dibajak di perairan Kenya dengan jumlah sandera mencapai 428 orang.
(mad/mei)











































