DPRD DKI Desak ESDM Seragamkan Harga BBG untuk TransJ

DPRD DKI Desak ESDM Seragamkan Harga BBG untuk TransJ

- detikNews
Minggu, 24 Okt 2010 17:27 WIB
DPRD DKI Desak ESDM Seragamkan Harga BBG untuk TransJ
Jakarta - Rencana dioperasikannya busway Koridor IX (Pinang Ranti-Pluit) dan X (Cililitan-Tanjung Priok) ternyata masih menyisakan persoalan besar. Persoalan ini terkait perbedaan harga bahan bakar gas (BBG) untuk bus TransJ.

DPRD DKI pun mendesak pemerintah pusat untuk menyelesaikan permasalahan ini.

"Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian ESDM harus bisa menyeragamkan harga bahan bakar gas untuk bus TransJ. Karena kalau tidak, pelayanan busway tidak akan maksimal," terang Ketua Komisi B DPRD DKI Selamet Nurdin saat berbincang dengan detikcom, Minggu (24/10/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama ini Pertamina menjual BBG Rp 2.562 per liter setara premium (Lsp), sedang Perusahaan Gas Negara (PGN) menjual BBG Rp 3600 /Lsp. Perbedaan harga yang signifikan ini membuat pelayanan busway menjadi terganggu karena operator hanya melakukan pengisian di stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBBG) milik Pertamina sehingga terjadi antrean.

"Saya dengar sudah ada pertemuan antara Pemprov DKI dan pihak ESDM, tapi ini harus segera ditindaklanjuti. Agar pelayanan busway bisa optimal karena bus tidak mengantre di SPBG Pertamina saja yang membuat penumpang terlantar," terang ketua komisi yang membidangi transportasi di Ibukota ini.

Busway Koridor IX dan X sempat mangkrak selama dua tahun dari jadwal semula beroperasi 2008. Akibatnya banyak halte dan sepator busway yang rusak.

Gubernur DKI pun berjanji bila dua koridor yang akan dilayani 96 bus tersebut akan mulai beroperasi akhir tahun ini.

"Sudah pasti bakal jalan bulan Desember," ujar Fauzi kepada wartawan di Balaikota DKI beberapa waktu lalu di Balaikota.

Menurut pria yang akrab di sapa Foke ini, jajarannya sudah bekerja keras untuk dapat merealisasikan pengoperasionalan busway dua koridor tersebut. Pabrik pemenang tender pengadaan bus transJakarta pun sudah di genjot untuk bisa merampungkan pembuatan bus berbahan bakar gas tersebut.
(her/anw)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads