Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto mengakui kasus itu sedikit banyak mengganggu KPK. Pemberantasan korupsi pun dilemahkan.
"Jujur saja itu menggangu secara kinerja. Tapi kita tetap bisa jalan. Tapi kita masih bisa jalan," kata Bibit usai diskusi di Restoran Bumbu Desa, Cikini, Jakpus, Minggu (25/10/2010).
Dalam UU KPK sudah diatur bagaimana KPK menghadapi kondisi kalau pimpinan berkurang.
"KPK Singapura dengan dipimpin satu orang bisa. Apalagi kita ada lima," tambahnya.
Sambil menarik nafas, Bibit juga menyampaikan keheranannya kenapa perekayasa percaya pada pengakuan Anggodo Widjojo. Apakah mungkin perekayasa takut akan kerja KPK memberantas korupsi?
"Ini tergantung model pilihan ingin KPK seperti apa sebenarnya. Apa kita maunya KPK yang keras pada koruptor atau yang lunak dan mau kompromi," terang Bibit sedih.
Selain berharap dukungan masyarakat dan koalisi masyarakat sipil, Bibit menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan.
"Saya hanya berharap kepada Tuhan saja. Berharap kepada manusia itu tidak pas. Tapi selama ini setiap saya keluar, selalu saja ada yang menyapa saya. Dan mereka mengatakan akan mendoakan saya. Mendoakan saya itu juga merupakan suatu dukungan kan?" harapnya.
(ndr/anw)











































