"Sampai hari ini data yang kita terima dari petugas di lapangan, 44 penumpang dari total 66 orang, selamat. Tapi untuk total penumpang itu juga masih informasi sementara ya," ujar Kepala Kantor SAR NTT Hermanto Dagomes, kepada detikcom, Minggu (24/10/2010).
Dari 44 penumpang yang selamat, Hermanto tidak mengetahui persis berapa jumlah penumpang yang mengalami luka berat maupun luka ringan. Informasi yang dia dapatkan hingga saat ini, 22 orang masih dirawat di rumah sakit terdekat.
"Sebagiannya lagi sudah dibawa pulang kelurga," katanya.
Selain 44 penumpang yang selamat tersebut, 22 penumpang lainnya masih dinyatakan hilang. Tim SAR dibantu polisi air serta petugas Dinas Kelautan dan Perikanan masih terus melakukan pencarian.
"Yang hilang masih terus kita cari. Pencarian juga kita perluas tidak hanya sekitar lokasi Perairan Ende tempat tenggelamnya kapal itu," jelas Hermanto.
Hermanto tidak mengetahui persis bagaimana akhirnya insiden tersebut bisa terjadi. Tapi menurut penumpang yang selamat, insiden itu murni karena faktor alam.
"Menurut penjelasan penumpang, cuaca saat itu sangat buruk, angin kencang seperti puting beliung. Dan itu berdampak buruk pada mesin kapal yang secara otomatis terganggu dan mati," ungkapnya.
Kapal yang membawa rombongan ini, lanjutnya Hermanto, diduga kelebihan penumpang. "Kalau dilihat dari ukuran kapal kemungkinan juga kapal ini overload," kata Hermanto.
Kapal Motor Tersanjung rute Pulau Paloe-Maumere tenggelam di perairan Gondo, Ende, Nusa Tenggara Timur, Jumat (22/10) sekitar pukul 17.00 Wita.
(lia/nrl)











































