Sekitar 2.000 orang juga dilaporkan telah terjangkiti wabah berbahaya tersebut.
Daerah yang paling parah diserang epidemi itu adalah ibu kota Haiti, Port-au-Prince. Kota ini hancur lebur diguncang gempa pada 12 Januari 2010 lalu. Banyak warga Haiti yang masih tinggal di tenda-tenda pengungsian di kota tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim kesehatan Pan American Health Organization (PAHO), Kantor Regional WHO di Haiti, telah mengerahkan tim medis, obat-obatan, dan air bersih. Jika tidak segera diobati, korban akan meninggal dalam beberapa jam akibat dehidrasi.
Deputi Direktur PAHO Jon Andrus, mengatakan, Republik Dominika, yang berbatasan dengan Haiti, harus waspada terhadap risiko tersebarnya epidemi kolera.
Sementara itu, pejabat PBB di Haiti mengungkapkan, ia telah mencatat lebih dari 196 kematian akibat wabah kolera ini. Sedangkan jumlah warga yang sudah terserang epidemi tersebut berjumlah 2.634 orang. Data ini dihimpun pada Jumat malam kemarin.
(irw/irw)











































