Penyerahan jenazah dilakukan secara tertutup oleh Polda Sumut di ruang jenazah Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan, Jl Bungalow. Pengawalan ketat aparat kepolisian bersenjata lengkap terlihat saat penyerahan tersebut.
Keempat jenazah masing-masing atas nama Taufik Hidayat warga Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Zulkarnain dan Rahman alias Pudjo, keduanya warga Belawan serta Suparno Harun alias Fauzi warga Simpang Kawat, Kabupaten Asahan. Sebelum diserahkan, jenazah terlebih dahulu dikafani dan dimasukkan ke dalam peti jenazah. Proses penyerahan jenazah sendiri diwarnai tangisan keluarga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini TPM dan pihak keluarga fokus dalam proses pemakaman. Setelah itu TPM akan menempuh upaya hukum atas tewasnya para korban," kata Santoso di RSUP Adam Malik.
Sementara Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Baharudin Djafar mengatakan, penyerahan keempat jenazah dilakukan setelah rangkaian identifikasi dan otopsi selesai dilakukan. Termasuk tes DNA dan ciri-ciri fisik para tersangka.
"Dari delapan jenazah, ada empat yang sudah diserahkan kepada pihak keluarga, sedang empat lagi masih diidentifikasi dan otopsi," jelas Baharudin.
Delapan tersangka ini merupakan anggota komplotan bersenjata yang tewas kontak senjata dengan polisi di Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) hampir tiga pekan lalu. Mereka dinyatakan terlibat dalam perampokan Bank CIMB Niaga Cabang Arif Rahman Hakim Medan, yang terjadi pada 18 Agustus 2010 lalu.
(rul/irw)










































