Tak Bertemu Anggota BK, Massa Bendera Tinggalkan Bandara

Tak Bertemu Anggota BK, Massa Bendera Tinggalkan Bandara

- detikNews
Sabtu, 23 Okt 2010 16:07 WIB
Tak Bertemu Anggota BK, Massa Bendera Tinggalkan Bandara
Jakarta - Massa dari LSM Bendera yang menolak studi banding anggota Badan Kehormatan (BK) DPR ke Yunani, akhirnya bersedia meninggalkan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Pendemo pun akhirnya pulang dengan Metromini tanpa bertemu dengan buruan mereka.

Sejam beraksi, pendemo tinggalkan Bandara sekitar pukul 15.00 WIB, Sabtu (23/10/2010). Polres Bandara meminta massa agar segera meninggalkan Bandara.

Pihak Polres Bandara beberapa kali melakukan perundingan dengan koordinator aksi. Bahkan perundingan menimbulkan ketegangan tatkala pendemo menolak berunding. Namun akhirnya pendemo berhasil dibujuk untuk bernegosiasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah negosiasi, akhirnya pendemo diberi waktu hampir setengah jam untuk membacakan aspirasi bagi para anggota DPR.

"Di tengah kondisi rakyat yang menjerit karena tidak mampu memnuhi kebutuhan hidup pemerintah dan DPR sibuk saja jalan-jalan ke luar negeri menghabiskan anggaran negara tanpa pernah peduli pada rakyat yang memilih mereka hingga sampai ke puncak kekuasaannya. Tuan-tuan yang terhormat, saat ini rakyat tidak butuh ilmu, etika negara lain," kata seorang pendemo.

Setelah dibacakan aspirasi, koordinator meminta belasan pendemo untuk meninggalkan Bandara. Spanduk yang mereka bawa akhirnya dilipat. Mereka digiring oleh petugas keamanan Bandara dan Polres Bandara ke Metromini 17.

Sebelumnya rencana keberangkatan anggota BK ini sudah menuai kontroversi. Namun BK tetap ngotot berangkat ke Yunani. Studi banding DPR ke Yunani ini menghabiskan anggaran Rp 2,2 miliar.

Wakil Ketua BK DPR Nudirman Munir menuturkan tujuan dari kunjungan tersebut untuk mempelajari pola Parlemen Yunani yang bebas rokok. Ketua BK DPR Gayus Lumbuun mengatakan, ada sekitar 11 orang yang akan berangkat ke Yunani. Mereka terdiri dari delapan orang anggota Dewan dan tiga staf ahli.

Gayus mengaku tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencegah kepergian koleganya itu. Pasalnya, kepemimpinan di BK bersifat kolektif kolegial.

(nik/mok)


Berita Terkait