"Saya kira Badan Kehormatan mesti cepat segera klarifikasi ke pihak pengadu benar tidak selingkuh terjadi, karena banyak sekali motivasi selingkuh terjadi," ujar Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Sebastian Salang.
Sebastian mengatakan itu usai acara diskusi Polemik Trijaya FM di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta, Sabtu (23/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau motif politik, yang terjadi jangan diteruskan karena ini tidak sehat," jelasnya.
Kemudian, adanya proses pembuatan UU juga dapat dipakai untuk menggulirkan isu perselingkuhan.
"Pernah terjadi pada kasus sebelumnya, yang terkait Undang-undang. Beberapa memakai isu perselingkuhan," jelasnya.
Akan tetapi, Sebastian meminta kepada Badan Kehormatan DPR apabila benar terjadi perselingkuhan, pengusutan tuntas harus dilakukan dan sanksi seberat-beratnya juga harus diberikan kepada mereka yang ketahuan melakukan selingkuh.
"Kalau benar terjadi Badan Kehormatan harus ambil tindakan tegas," tandasnya.
Namun, dia menilai kelakuan buruk ini rada susah diawasi. "Bisa saja ketemu di Gedung DPR tapi selingkuhnya di Singapura. Bagaimana bisa diawasi?" tutup Sebastian.
(asp/mok)











































