"Ini cara paling primitif yaitu datang berbondong-bondong ke negara lain," ujar Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Sebastian Salang.
Sebastian mengatakan itu dalam diskusi Polemik Trijaya di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (23/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
DPR juga bisa saja mengundang parlemen negara sahabat untuk mempresentasikan di depan Anggota Dewan. Atau dengan bertanya pada kantor kedutaan negara sahabat di Indonesia.
"Keempat dengan korespondensi," tegasnya.
Studi banding yang dilakukan DPR, menurut Sebastian, sering kali sia-sia. Sebagai contoh, studi banding yang pernah dilakukan anggota Dewan soal kemacetan dan jalan raya di Eropa.
"Apa yg terjadi? Jakarta makin macet," tandasnya.
(mok/gah)











































