"Anggota masih di lapangan, belum ada laporan sudah padam atau belum, api sudah terkendali," ujar petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tangerang, Tarman ketika dihubungi detikcom, Sabtu (23/10/2010).
Pemadam Kebakaran Kabupaten Tangerang, imbuh Tarman, menerjunkan 10 mobil pemadam dan dibantu pemadam kebakaran dari Kota Tangerang, pemadam kebakaran Bandara Soekarno-Hatta dan pemadam kebakaran Jakarta Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban luka bakar itu salah satunya adalah Sanan (36), karyawan gudang bahan kimia yang terletak di Blok E No.18. Sedangkan dua orang lainnya, Amar mengaku belum mengetahui identitas dan data lengkapnya.
M Amar saat ditanya soal adanya informasiΒ dua orang yang terjebak di dalam gudang yang terbakar itu, M Amar secara tegas mengatakan tidak ada.
"Itu tidak ada. Karena kami sudah mengecek kepada teman-teman Sanan," katanya.
Komandan Pleton Kantor Pemadam Kebakaran Kota Tangerang mengatakan, upaya pemadaman api mengalami kendala karena sumber air yang sulit didapat di lokasi serta kencangnya hembusan angin yang membuat api semakin membesar.
Diakuinya selain lokasi sumber air yang berjarak 1-2 kilometer, kesulitan lainnya karena jalan yang rusak di sekitar daerah itu sertaΒ kemacetan yang biasa terjadi di daerah tersebut. Keadaan kian dipersulit dengan rapatnya kerumunan warga.
βPadahal baunya menyengat hidung. Kami sudah me-ngebom dengan bahan kimia (bom liquid) sampai 25 liter. Tetapi, belum berhasil memadamkannya, karena memang harus dibantu dengan air. Nah, pasokan airnya ini kami kurang,β jelas petugas pemadam kebakaran itu.
Kebakaran gudang kimia itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Sesekali terdengar ledakan dari lokasi kebakaran itu. Untungnya, kebakaran itu tidak menggangu penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta yang terletak tidak jauh dari lokasi itu.
(nwk/nwk)











































