Pemeriksaan menyeluruh tidak hanya dikenakan untuk penumpang dengan tujuan luar negeri. Penumpangย pesawat untuk penerbangan domestik pun diperiksa secara mendetil.
Sebagai contoh di Bandara Internasional Baiyun, Provinsi Guangzhou. Bandara yang berada di pinggir kotaย ini adalah salah satu bandara tersibuk di China. Bandara Baiyun masih tergolong anyar, baru sekitar 5ย tahun lalu diresmikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
China. Dengan pintu menujuย pesawat sebanyak itu, bisa dibayangkan berapa
penerbangan domestik yang tinggal landas dari bandara tersebut dalam satu hari berikut jumlah penumpangnya.
Dan penumpang itu diperiksa satu persatu melebihi standar penerbangan domestik yang biasa diberlakukan di Indonesia. Entah itu warga negara China sendiri maupun orang asing, seluruhnya mendapatkan perlakuan yang sama dari petugas Bandara Baiyun.
Detikcom menyaksikan ketatnya pemeriksaan itu saat transit di bandara tersebut pada Senin (18/10/2010) yang lalu. Dimulai dari tas bawaan. Ketika hendak melewati scanner, barang elektronik semisal laptop dan handphone harus dikeluarkan.
Penumpang yang mengenakan jas atau jaket diminta untuk dilepas. Kedua jenis
pakaian tersebut harus diikutkan dalam dalam box untuk menampung tas. Jadi,
ketika masuk melewati pintu X-ray, hanya tubuh dan pakaian yang melekat di
badan saja yang ada.
Tapi, pemeriksaan sangat tergantung kepada petugas yang menjaga gate tertentu. Bila ia menginginkan sepatu yang dipakai seorang penumpang dilepas, penumpang tersebut wajib melepaskan sepatunya. Biasanya ini menimpa pemakai sepatu sports atau sepatu dengan tinggi sampai betis.
Tidak cuma itu, bila si petugas minta agar dompet penumpang ikut dikeluarkan
dari kantong, penumpang yang diperiksa tidak bisa menolak. Meski tidak membuka dan melihat isi dompet, petugas memasukkan dompet tersebut ke mesin scan juga.
Barang siapa membawa cairan melebihi 100 mililiter sudah pasti bawaanya tersebut tidak lolos.
Pemeriksaan ekstra ketat tersebut tidak hanya untuk orang dewasa saja, melainkan untuk anak kecil di bawah 5 tahun juga. Pemeriksaan untuk setiap penumpang bisa memakan waktu hingga 3 menit, sehingga antrean penumpang yang cukup lama tidak terelakkan.
Vice Consul for Immigration Affair, Konsulat Jendral RI di Guangzhou, Agato
Simamora mengatakan, pemeriksaan ketat tersebut sudah diberlakukan sejak lama. Hal itu dilakukan China untuk mengantisipasi terjadinya aksi-aksi teror utamanya di Guangzhou.
"Kan, teroris ada juga di sini. Kemarin ada yang tertangkap," ujarnya.
Menurut Agato, kunjungan warga negara domestik China di Guangzhou memang lebih besar dibandingkan dengan orang lain dari manca negara. Selain untuk berdagang, mereka melakukan mobilitas ke Guangzhou untuk melancong.
"Di sini ada tempat wisata di mana saat musim dingin tetap terasa hangat. Turis dari luar negeri hanya 500 ribu, namun turis domestik bisa mencapai 15 juta," katanya.
(irw/nwk)











































