"Saya sering dikirim produsen batik, katanya buat penglaris. Hehehe...," kata SBY di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (22/10/2010).
Pengakuan ini dia sampaikan sesaat sebelum menerima rombongan BEM Nusantara.
Turut hadir di dalam kesempatan sore ini adalah Menpora Andi Malarrangeng,
Mensesneg Sudi Silalahi dan Staf Khusus Presiden bidang Otonomi Daerah, Velix Wanggai.
Sambil menunggu rombongan BEM Nusantara masuk ruang pertemuan, mereka berbincang santai mengenai isu anggaran pakaian Presiden SBY. Di dalam gurauannya, SBY menduga isu itu muncul karena dirinya terhitung sering tampil dengan aneka motif kemeja batik dari berbagai daerah.
Karena sedemikian sering Presiden SBY mendapat liputan media massa, produsen
batik berinisiatif mengirim contoh produk mereka. Harapannya produk mereka
menjadi laris bila masyarakat mengetahui produknya juga dikenakan oleh Presiden SBY.
"Karena sering gonta-ganti batik, disebut anggaran baju Presiden tinggi. Lalu diprotes. Padahal kalau diprotes yang kasihan produsennya, sebab ini buat penglaris," gurau SBY kali ini mengenakan setelan jas warna hitam.
(lh/nwk)











































