Separator Busway Koridor X, Antara Ada dan Tiada

Separator Busway Koridor X, Antara Ada dan Tiada

- detikNews
Jumat, 22 Okt 2010 18:13 WIB
Separator Busway Koridor X, Antara Ada dan Tiada
Jakarta - Jelang pembukaan jalur busway Koridor IX dan X akhir Desembar 2010, bukan halte rusak saja yang harus dibenahi. Ketiadaan separator juga harus menjadi perhatian, misalnya saja di Koridor X Cililitan-Tanjung Priok.

Kondisi ruas jalan di sepanjang Koridor X memang tidak selebar jalan protokol di MH Tamrin-Sudirman ataupun HR Rasuna Sahid, Kuningan. Koridor X hanya jalan yang hanya mampu menampung 2 kendaraan ditambah 1 lajur khusus busway.

Padatnya kendaraan membuat beberapa kendaraan memanfaatkan lajur busway yang hingga saat ini belum beroperasi, sebagai jalan alternatif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pantauan detikcom tak jauh dari shelter Cipinang Kebon Nanas, kendaraan roda dua dan empat berzigzag untuk memasuki lajur busway. Hal ini dikarenakan ketiadaan pembatas jalan untuk busway dan juga kendaraan pribadi.

Penelusuran detikcom, Jumat (22/10/2010), ketiadaan separator Koridor X mulai di titik awal keberangkatan, Cawang UKI. Penanda lajur busway hanya cat merah. Sampai dengan Cawang Sutoyo saparator baru terlihat, itu pun hanya sampai lampu merah menuju Kalimalang. Setelah itu, kembali oleh cat merah.

Jika diamati, separator tersebut berbeda dengan separator yang ada di koridor lain. Separator hanya setinggi sekitar 10 centimeter. Artinya, baik kendaraan roda 2 atau 4 masih bisa 'loncat' ke lajur busway dari jalan biasa yang dilalui kendaraan pribadi.

Di ruas jalan layang yang melintas Jatinegara tidak tampak separator. Tak ayal, kendaraan pribadi banyak menggunakan lajur tersebut. Padahal beberapa rambu tegas menyatakan jika jalur tersebut adalah jalur khusus busway.

Lalu, jika busway beroperasi, bagaimana nasib kendaraan yang biasa menggunakan lajur busway?

"Saya enggak terbayang, pagi saja sudah macet. Itu juga sudah pakai jalan punya busway. Apalagi nanti beroperasi, kendaraan pribadi pastinya enggak bisa lewat sana (lajur busway)," kata Besuki (33) yang membuka lapak servis pintu mobil, di depan halte Bea Cukai Ahmad Yani kepada detikcom.

(ahy/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads