"Kalau dari evaluasi presiden ada yang rapornya tidak bagus dan tidak mungkin didongkrak kan sebaiknya tidak perlu naik kelas itu namanya asas prestasi," ujar Anas kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (21/10/2010).
Menurut Anas, ukuran evaluasi tersebut seharusnya kinerja selama setahun membantu Presiden. Anas berharap pemerintahan SBY disokong oleh menteri dengan kinerja memadai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, Anas mengaku tidak tahu menahu terkait siapa saja yang akan direshuffle. Anas mengaku tidak diajak berbicara terkait pergantian menteri tersebut.
"Saya nggak punya rapornya sekarang," ujar Anas.
Anas berharap semua pihak tidak mendorong reshuffle kabinet. Anas menilai tidak tepat memaksakan presiden mengambil kebijakan.
"Tidak ada deadlinenya kan, tidak tepat juga memberikan deadline kepada presiden," imbau Anas.
Selain itu, Anas juga berharap partai koalisi tidak mengusulkan calon menteri. PD juga tidak akan mengusulkan calon menteri sebelum diminta SBY.
"Jangan sampai jadi reshuffle by order," tandasnya.
(van/mok)










































