Balita 3 Tahun, Anak Pemilik Rumah Sempat Ikut Disandera

Perampokan di Kompleks PLN

Balita 3 Tahun, Anak Pemilik Rumah Sempat Ikut Disandera

- detikNews
Jumat, 22 Okt 2010 16:43 WIB
Jakarta - Perampok menggondol uang Rp 50 juta dan perhiasan dari rumah milik Andi Arslan Djunaedi di Kompleks PLN di kawasan Senayan. Selain menembak pembantu bernama Gufron, pelaku sempat menyandera anak pemilik rumah.

"Seisi rumah, ada 3 pembantu dan anak saya umur 3 tahun perempuan disandera. Dikumpulkan di ruang makan," kata Arslan saat ditemui di RS AL Mintohardjo, Bendungan Hilir, Jakarta, Jumat (22/10/2010).

Pelaku berjumlah 5 orang menyatroni kediaman Arslan yang juga Wakil Direktur Kospin Jasa di kawasan Jl Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Pelaku mengaku polisi. Kepada para pembantu, pelaku mengaku ada urusan dengan Arslan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pas dibukakan pintu gerbang, mereka berlima langsung masuk dan menutup. Pakaian mereka perlente dan satu orang mengeluarkan senjata dari tas," urainya.

Setelah mengancam pembantu, mereka mengumpulkan semua di ruang makan, termasuk anak balita Arslan. "Kenapa kemudian mereka menembak, kejam banget. Kenapa harus ditembak," terang Arslan.

Saat itu Gufron pembantu yang ditembak di perut, memang hendak menelepon Arslan. Tapi para perampok langsung melepas senjata api. Kini Gufron yang baru bekerja 2 bulan ini, dirawat di RS Mintohardjo.

"Kondisinya kritis, tapi masih hidup," tutupnya.

(ndr/fay)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini