Ke-11 sungai itu di antaranya, Kaliworo (Klaten-Jateng), Kali Gendol (Sleman-Jogjakarta), Kali Apu (Lamat Magelang-Jateng), Kali Kuning (Sleman-Jogjakarta), Kali Bagong (Boyolali-Jateng), Kali Putih (Magelang-Jateng), Kali Bedak Boyolali, Kali Senowo Maegelang, Kali Trising (Boyolali-Jateng)dan Kali Apu (Magelang-Jateng).
Pernyataan itu disampaikan Yulianto, Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi Pos Babadan, Magelang, Jawa Tengah Jumat (22/10/2010). Kebijakan ini dikeluarkan usai ada laporan secara langsung dari alat komunikasi Handy Talkie (HT) di Pos Babadan, Desa Krinjing, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yulianto menyatakan, para wisatawan dan warga tidak diperbolehkan mendaki di sekitar puncak. Namun pengamatan detikcom, ratusan warga di sekitar Gunung Merapi masih tetap saja melakukan aktivitasnya. Mereka mencari rumput, kayu bakar, serta bercocok seperti biasa.
Tego (15), salah seorang pencari kayu, menyatakan status siaga tidak menyurutkan aktivitas warga. "Bahkan, sampai status awas pun yang merupakan status terbahaya Gunung Merapi kalau belum dijemput oleh pemerintah dengan truk evakuasi warga tidak akan pindah," tegas Tego.
Hal yang sama juga disampaikan Giono (42) warga Keningar, Magelang yang biasa merumput disekitar kaki Gunung Merapi. Menurutnya, mereka sudah terbiasa dengan situasi seperti ini.
Pengamatan di Reflektor
Data dari BPPTK yang diterima oleh Pos Pengamatan Merapi Babadan menunjukan adanya peningkatan aktivitas Merapi. Para petugas terus memantau perkembangan melalui Electrooptical Distance Measeurement (EDM) atau yang biasa disebut reflektor. Alat pemantau itu dipasang di beberapa kawah Gunung Merapi di empat pos pengamatan.
“Alat itu berfungsi untuk memantau secara keseluruhan baik berupa gempa vulkanik, gempa multiphase, deformasi dan guguran lava," tegas Ismail, petugas Pos Pengamatan Babadan.
Sampai siang ini, telah terjadi guguran sebanyak 15 kali, gempa multiphase 154 kali, dan gempa vulkanik 14 kali. Sementara sehari sebelumnya, terjadi gempa guguran sebanyak 93 kali, gempa vulkanik 41 kali, gempa low frekuensi satu kali.
(djo/djo)











































