Penelusuran detikcom, Jumat (22/10/2010), dari Cililitan hingga perempatan Jl Pemuda-Jl Pramuka terdapat delapan tempat pemberhentian (shelter) busway. Jika disaksikan secara dekat, tahan nafas untuk melihat kondisi tiap shelter.
Setelah dekat, anda boleh berdecak kagum atau miris melihatnya. Mulai dari shelter Cawang BKN dan Cawang UKI. Di sini kondisi masih terlihat utuh dan asri. Karena dua shelter ini telah beroperasi untuk koridor V (Ancol-Pusat Grosir Cililitan) dan koridor VII (Kampung Rambutan-Kampung Melayu).
Namun, suasana lain terlihat di shelter Cawang Sutoyo, depan Hotel Park. Di sini kondisinya terlihat berantakan dengan 60 persen tanpa alas pijakan dan sebagian kaca hilang entah kemana.
Kondisi serupa juga terlihat di Penas Kalimalang dan Cipinang Kebon Nanas. Kondisi ubin, kaca, dan juga sebagian kaca tidak terlihat di tempatnya.
Suasana lain tampak di Shelter Pedati Prumpung, depan Telkom. Sekilas terlihat dari seberang jalan kaca-kaca masih utuh terpasang. Namun jangan dikira seutuh tampak luar, ketika didekati 50 persen ubin juga tidak tampak. Sebagian atap-atap untuk panel listrik juga hilang. Beruntung, shelter ini masih memiliki rolling door yang menjadi akses masuk penumpang.
Tepat di atas jalan layang yang melintas kawasan Jatinegara, anda jangan terkejut. Di shelter ini yang tersisa hanya tulang belulang penunjang bangunan. Tidak ada kaca, 100 persen tanpa ubin dan atap.
Menyusuri jalur masuk di bawah flyover, anda disambut bau pesing dan 'ranjau'. Jalan pun harus jinjit dan memasang mata agar terhindar dari 'ranjau' yang mengeluarkan bau tak sedap kalau terinjak. Makin dekat, tumbuhan liar menyembul dari kolong ubin. Sisa-sisa kaca yang terpasang terlihat menumpuk di belakang shelter.
Terus ke depan ke arah Tanjung Priok, anda akan menemui shelter Utan Kayu Rawamangun dan Bea Cukai Ahmad Yani. Kondisinya keduanya masih beruntung ketimbang Jatinegara. Hanya beberapa kaca dan ubin yang tak tampak.
Sementara shelter di perempatan Jl Pemuda-Jl Pramuka terlihat utuh. Ubin, kaca, pintu, dan atap masih terlihat utuh. Kemungkinan shelter ini masih terpantau oleh petugas kepolisian Pospol Utan Kayu dari tangan-tangan jahil.
"Tapi kalau pagar-pagar tanaman yang jaraknya 50 meter dari pos kebanyakan hilang, kemungkinan enggak kepantau," kata salah seorang petugas berpangkat Bripda yang enggan disebutkan namanya.
(ahy/mok)











































