"Jadi soal etika harus ditegakkan karena itu merusak nama baik. Ini harus langsung ditindak, di PKB langsung kita berhentikan," ujar Marwan kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (21/10/2010).
Marwan berharap fraksi lain juga mengambil tindakan tegas. Sebab kalau tidak hanya akan makin mencemarkan nama DPR di hadapan masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Wakil Ketua BK DPR Nudirman Munir menuturkan bahwa anggota DPR yang terbukti selingkuh hanya punya dua pilihan, mundur atau diberhentikan. Anggota DPR yang mundur masih mendapat hak pensiun.
Berbagai keluhan dan pandangan seputar perselingkuhan di DPR ini muncul karena BK DPR mengaku mendapat banyak laporan terkait perselingkuhan anggota DPR. Perselingkuhan ini banyak dilihat sebagai upaya menjatuhkan anggota DPR.
Isu perselingkuhan ini kemudian dihubungkan dengan staf ahli dan asisten cantik yang selalu mendampingi anggota DPR. Tak dapat dipungkiri, anggota DPR sering menghabiskan waktu bersama asisten pribadi mereka.
Tak sedikit anggota DPR yang memilih staf ahli dan asisten laki-laki. Hal ini dilakukan untuk menghindari isu tidak sedap tersebut.
"Tapi kalau (selingkuh) sama asistennya itu kebangetan," kata Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso.
(van/nrl)











































