Anggota DPR Punya Uang & Kekuasaan, Tak Heran Bisa Selingkuh

Anggota DPR Punya Uang & Kekuasaan, Tak Heran Bisa Selingkuh

- detikNews
Jumat, 22 Okt 2010 14:26 WIB
Anggota DPR Punya Uang & Kekuasaan, Tak Heran Bisa Selingkuh
Jakarta - Anggota DPR punya uang dan kekuasaan. Selingkuh atau bermain wanita jadi godaan. Tidak heran banyak muncul isu tidak sedap menerpa pengemban suara rakyat ini.

"Kalau cerita perselingkuhan ada, kita ingat ada beberapa anggota yang mengundurkan diri, karena muncul ke publik kasusnya," kata Ketua Forum Masyarakat Pemantau Parlemen (Formappi) Sebastian Salang saat berbincang di Jakarta, Jumat (22/10/2010).

Cerita selingkuh anggota DPR, lanjut Sebastian, merupakan hal yang logis. Dengan sumber daya yang dimiliki tentu mereka jadi primadona dan sasaran wanita cantik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Anggota DPR dinilai sebagai makhluk yang memiliki banyak uang dan kekuasaaan, apalagi di Jakarta yang memiliki gaya hidup tinggi. Ini juga era materialisme," terangnya.

Dan tentu, bagi wanita cantik yang ingin memiliki gaya hidup wah di Jakarta, anggota DPR bisa menjadi sasaran empuk.

"Anggota DPR disukai, karena banyak duit. Nantinya bisa memberikan rumah dan lain-lainnya. Di era sekarang ini, uang segala-galanya," kata Sebastian.

Motif berselingkuh dengan anggota Dewan juga bermacam-macam, ada yang karena memang tertarik dengan uangnya atau juga alasan politik. "Jadi dengan berselingkuh dengan anggota DPR itu bisa masuk partai dan dapat akses," terangnya.

Tidak dipungkiri, alasan selingkuh muncul dari anggota Dewan itu. "Ya dengan uang dan kekuasaan, godaannya besar," tuturnya.

Laporan selingkuh yang masuk ke BK harus diverifikasi. Jangan sampai masalah asmara itu menjadi alat politik pihak tertentu.

"Itu memang perlu diverifikasi betul, jangan sampai masuk jebakan kepentingan pihak-pihak yang menggunakan isu itu, harus berhati-hati," saran Sebastian.

(ndr/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini