"Presiden meminta agar para menteri jangan pelit kepada pers agar memberi info yang jelas kepada publik," kata Ketua Dewan Pres Bagir Manan.
Hal tersebut dia sampaikan saat jumpa pers usai bertemu dengan Presiden di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (22/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
"Presiden bilang, mohon ke menteri agar dapat secara teratur menjelaskan hasil kerjanya kepada pers," imbuh Bagir yang juga berjanji untuk memfasilitasi kepada para menteri yang ingin memberikan pernyataan kepada publik.
Selain itu, melalui Bagir dan para anggota Dewan Pers lain, Presiden juga meminta agar pers dapat berpartisipasi aktif dalam pemberitaan soal teroris. "Soal terorisme, agar pers dapat berpartisipasi dengan baik."
Masalah pemberitaan media asing soal Indonesia juga dibahas dalam pertemuan antara Dewan Pres dan Presiden. Presiden berharap, agar pemberitaan media asing tidak menimbulkan kesan yang kurang baik terhadap Indonesia.
"Bagaimana caranya agar pers asing tidak menimbulkan kesan yang kurang baik di negara kita. Tapi presiden menyadari itu tidak mungkin diselesaikan secara hukum," ujar Bagir.
Terakhir, soal kemerdekaan pers Presiden juga menyoroti agar kemerdekaan pers yang selama ini telah berlangsung di Indonesia justru tidak memberi kontribusi positif.
"Jangan sampai kemerdekaan pers tidak memberi manfaat kepada kita semua," tutupnya.
Hadir dalam acara ini anggota Wakil Dewan Pers Bambang Harimurti, serta anggota Dewan Pers Uni Lubis.
(anw/nrl)











































