Para relawan itu merupakan gabungan dari PMI Magelang, PMI Klaten, dan PMI Boyolali. Para relawan itu memantau perkembangan status Merapi secara intensif.
"Pengamatan ini kita lakukan melalui Posko PMI di Kabupaten Magelang," kata Staf Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Magelang Arief Setyo Hadi dalam rilis kepada detikcom, Jumat (22/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka disiagakan di Barak Tegalmulyo. Mereka membantu mengamati kondisi masyarakat sekaligus aktivitas Gunung Merapi," kata Staf Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Klaten Ahmad Dahlar.
Selain menyiagakan relawan, PMI juga menggelar simulasi kesiapsiagaan bencana Gunung Merapi. 400 Orang termasuk warga setempat dilibatkan dalam simulasi itu. Mereka mengikuti petunjuk evakuasi jika sewaktu-waktu terjadi ancaman dari Gunung Merapi.
"Kami harap jika suatu waktu terjadi kondisi bencana, para warga tidak panik dan mengetahui apa yang harus dilakukan," ujar Ahmad.
Hingga saat ini, status Gunung Merapi masih terus dipantau. Peningkatan terjadi sejak Kamis 21 Oktober kemarin. Tercatat pada pukul 18.00 WIB, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta telah menetapkan peningkatan status Gunung Merapi dari Waspada (level II) menjadi Siaga (level III).
Dua jam kemudian status Siaga terhadap Gunung Merapi mulai diumumkan. BPPTK Yogyakarta mencatat, data dari Pos Pengamatan Gunung Merapi di Kaliurang melaporkan aktivitas seismik Gunung Merapi yang terpantau adalah sebanyak 85 kali guguran material, 479 gempa multiphase dan 39 kali gempa vulkanik pada Rabu (20/10). Sedangkan pada Kamis (21/10) terpantau sekitar 90 kali guguran material.
(ken/fay)











































