"Tadi Presiden SBY menyampaikan komitmennya bahwa Indonesia tidak perlu mundur dari kebebasan pers," ujar Ketua Dewan Pers, Bagir Manan, di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (22/10/2010).
Pertemuan dimulai sejak pukul 11.00 WIB dan berakhir pada pukul 11.30
WIB. Bagir Manan tampak didampingi seluruh pengurus Dewan Pers yang baru antara lain, Uni Lubis, Bambang Harymurti dan Bekti Nugroho.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada wartawan, Bagir juga menjelaskan perihal hasil pertemuannya dengan Menkum HAM Patrialis Akbar, terkait pelarangan tayangan program investigasi Sigi episode 'Bisnis Seks di Balik Jeruji Penjara' pada 13 Oktober. Bagir menyatakan, Patrialis tidak pernah memerintahkan agar tayangan tersebut dilarang untuk ditampilkan.
"Dalam pertemuan tadi Menkum menegaskan, sama sekali tidak pernah memberikan perintah atau arahan atau petunjuk agar tayangan Sigi mengenai 'Bisnis Seks di Penjara' tidak ditayangkan," terang mantan Ketua MA ini.
Bagir menambahkan, Patrialis sama sekali tidak keberatan dengan tayangan tersebut. Sehingga semuanya dikembalikan kepada SCTV apakah mau menayangkan atau tidak program tersebut.
"Dewan Pers menyerahkan kepada SCTV, apakah mau menayangkan tayangan itu atau tidak," ujar Bagir.
(ddt/nrl)











































