Kejadian itu terjadi saat prosesi pembawaan mahkota nisan dari luar cungkup dibawa masuk ke dalam cungkup. Dua orang lelaki berpakaian tradisional Jawa serba putih yang berasal dari kerabat keluarga Cendana bertugas membawa dua maejan tersebut. Masing-masing membopong satu mahkota.
Mereka berjalan di belakang Bupati Wonogiri, Begug Purnomosidi, yang bertindak selaku pemimpin upacara. Sampai disitu suasana masih khidmat, apalagi iring-iringan proses diiringi dengan tembang Jawa yang melantun magis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kontan Tommy Soeharto yang berada di dekatnya langsung berlari mendekat, menyelamatkan maejan yang lepas. Begug yang berada di depan si lelaki itu juga langsung berbalik dan ikut memeriksa kondisi maejan.
Beruntung maejan yang jatuh dilantai itu tidak pecah. Mungkin karena tidak langsung berbenturan dengan lantai, karena lantai telah dilapisi karpet tebal. Selanjutnya si lelaki bercambang itu diminta mundur, maejan langsung dibawa oleh Begug Purnomosidi.
Dari tangan Begug, maejan itu diserahkan kepada Tommy dan Sigit untuk dipasang dibagian kepala nisan. Sedangkan maejan kedua diserahkan kepada Tommy dan Bambang untuk dipasang di bagian kaki nisan.
(mbr/nrl)










































