Semalam di Bali ala Austria

Laporan dari Austria

Semalam di Bali ala Austria

- detikNews
Jumat, 22 Okt 2010 11:37 WIB
Semalam di Bali ala Austria
Jakarta - Bali tampaknya tetap menjadi daya tarik utama wisata Indonesia di luar negeri. Sebuah pagelaran budaya bertema “A Night in Bali“ di gelar di Museum Fur Volker Kunde, Wina ibukota Austria belum lama ini. Malam pagelaran ini menjadi lebih spesial dengan peluncuran buku berjudul “Balinese Art in Transition“ yang berisi katalog eksklusif penemuan benda-benda seni dan artefak budaya Bali di Austria yang tercecer jauh dari bumi nusantara.

Adalah Helene Potjewyd, seorang bangsawan kulit putih dari Austria, yang selama bertahun-tahun lamanya memburu benda benda seni khas Bali dan kemudian mendonasikannya kepada Museum Ethnology, Austria pada tahun 1946. Baru berselang 64 tahun kemudian, sebuah katalog lengkap berisi koleksi Helene akhirnya dipublikasikan atas inisiatif Dubes RI, I Gusti Agung Wesaka Puja. Buku tersebut seakan merangkai kembali serpihan serpihan artefak warisan budaya Bali yang tersebar di Austria. Bukan hanya melalui buku, pementasan tari dan kesenian gamelan khas Bali pada malam itu juga ikut menghadirkan nuansa Bali ditengah musim gugur di Wina.   

Menurut Puja, Indonesia sangat mengapresiasi inspirasi seorang Helene Potjewyd yang mendedikasikan hidupnya untuk menghargai karya-karya oriental budaya Bali. Meski tak banyak orang seperti Helene, eksotika budaya Indonesia pasti tersimpan dalam setiap memori banyak orang yang pernah mengunjungi Indonesia, demikian kata Puja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain Helene Potjewyd, dua orang Austria lainnya, Werner Kraus dan Walter Spies juga mendapatkan penghargaan khusus atas dedikasi tenaga dan pikirannya untuk membingkai kembali koleksi karya-karya seni dan artefak budaya Bali dalam halaman demi halaman buku Balinese Art in Transition.

Pentas budaya malam itu, tak pelak menjadi ajang Special Tribute untuk Helena, Kraus dan Spies. Tiga tarian Bali klasik: Panji Semirang, Rejang Dewa, dan Oleg Tambulilingan menunjukkan arti mendalamnya penghargaan tersebut bagi ketiga warga Austria itu.

Direktur Museum Etnologi, Austria, Dr.Christian F.Feest dalam sambutannya mengungkapkan, pagelaran pentas budaya malam itu menjadi flashback atas penelusuran sejarah benda-benda seni dan  budaya Bali di Austria.

Acara pentas malam budaya Bali tersebut ditutup dengan pembagian buku Balinese Art in Transition kepada setiap pengunjung yang memadati hall Museum Fur Volker Kunde, Wina, Austria serta jamuan santap malam makanan khas Bali. Acara “A Night in Bali“ benar-benar telah mengantar kemegahan pesona budaya Bali pada masyarakat Austria.

(mpr/mpr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads