Masjid Azhar konon sudah berusia seribu tahun lebih. Sama tuanya dengan Universitas Al Azhar yang merupakan universitas tertua di dunia.
Letak masjid ini cukup strategis. Di seberangnya ada Pasar Husein yang merupakan pasar serba ada di Kairo. Tidak heran, suasananya sangat ramai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun yang mencolok, menjelang Salat Jumat, banyak sekali polisi di sekitar masjid. Mereka tampak berseragam putih-putih dan berbaret hitam. Yang tidak berseragam juga banyak, rata-rata bercelana jeans dengan kemeja dimasukan. Pistol di pinggang mereka terlihat jelas.
"Mereka menjaga keamanan. Biasanya setiap Jumat ada demonstrasi di Masjid," ujar salah seorang Jamaah pada saya dan diamini oleh yang lain.
Demonstrasi di masjid? Agak heran juga. Di Indonesia kan biasanya demonstrasi digelar di depan kantor presiden atau Gedung DPR.
"Di sini biasa di Masjid Azhar. Macam-macam tuntutannya. Soal Palestina sampai soal politik," kata dia.
"Tapi kalau sekarang jarang. Penjagaan juga lebih ketat karena mau pemilu," tambah pria Mesir itu.
Saat Imam membaca salam, saya menunggu sesaat. Namun ternyata tidak ada demonstrasi hari itu. Suasananya begitu tenang. Sebagian melaksanakan salat sunah, sebagian lagi membaca Alquran.
Beberapa lagi tampak mengabadikan sudut-sudut Masjid Al Azhar. Saya lihat beberapa turis bule juga masuk ke masjid ini untuk berfoto.
Saya ke luar masjid. Puluhan polisi masih berjaga di depan. Saya mengucap salam pada seorang polisi yang berjaga. Dia tersenyum dan mengangkat tangan.
"Salam untukmu juga wahai saudaraku," balasnya.
(rdf/lia)










































