Yazrizal (19) mengalami luka di kaki kiri setelah tertembus timah panas perampok. Sementara temannya, Septian Andri Gunawan (19) menderita luka dibagian kepala akibat dihajar gagang senjata tajam. Sesaat setelah kejadian keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cengkareng.
Perampokan terjadi ketika dua orang pemuda ini sedang melintasi lokasi kejadian, tiba-tiba saja motor yang mereka kendarai dihadang sepeda motor kawanan rampok. Dua orang langsung turun dan memaksa Septian yang membawa motor menyerahkan motor sambil mengancam dengan golok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat temannya jatuh bersimbah darah, Septian berusaha melawan. Pertarungan yang tidak imbang membuat perlawanannya sia-sia kemudian Septian berteriak berteriak minta tolong sehingga mengundang perhatian warga sekitar.
Perampok yang panik langsung membabi-buta menghajar Septian, dengan bersimbah darah pemuda itu jatuh ke aspal. Mengetahui kedatangan warga, kawanan rampok yang menggunakan dua sepeda motor itu kemudian bergegas kabur dengan membawa ponsel milik korban.
Saat dikonfirmasi Kanit reskrim Polsek Metro Kalideres Iptu Heru SY mengatakan, kawanan rampok ini tidak berhasil membawa kabur sepeda motor karena korban berusaha mempertahankannya lalu berteriak minta tolong.
Mengenai senjata api yang digunakan pelaku, Herru menduga senjata itu merupakan senjata rakitan. "Senjata api yang digunakan adalah senjata rakitan. Kita masih memburu para pelaku," katanya.
Perampokan di Cengkareng
Perampokan juga terjadi di Jl Peternakan Raya, Kapuk, Cengkareng pada Rabu kemarin sekitar pukul 22.20 WIB. Saat itu korban Kuridah (20) yang sedang melintas di lokasi dipepet oleh 2 orang perampok. Mereka menodongkan pisau meminta sepeda motor yang dikendarai korban.
"Motor Honda Revo B 6735 BXW dan tas berisi STNK, Ktp dan Uang Rp 100.000 dirampas perampok," ujar Kapolsek Cengkareng Kompol Ruslan.
(did/gun)











































