"Diduga sementara masih didalami, dia sakit hati kepada Nur (salah seorang saksi) yang selama ini menjalin hubungan baik dengannya," ujar Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol I Ketut Untung Yoga Ana dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (21/10/2010).
Yoga mengatakan, HS adalah tukang sapu di Stasiun Rangkasbitung. Berdasarkan uji Puslabfor dan keterangan saksi-saksi, HS pernah membeli bensin dan dia juga mengakui melakukan pembakaran itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait dengan motif sakit hati, Yoga menambahkan, sebelum pembakaran itu, hubungan asmara antara Nur dan HS memang kurang baik. HS dan Nur juga biasa menggunakan gerbong untuk pacaran.
"Di tempat itu HS dan Nur biasa bercengkarama. Ada hubungan asmara antara Nur dan HS," tutur Yoga.
Selain HS, polisi juga masih mencari seorang yang diduga ikut melakukan pembakaran gerbong itu. Menurut pengakuan HS, seorang temannya berinisal R juga ikut membakar.
"Kita masih mencari. Karena pengakuan HS, R juga ikut bersama dia," tutup dia.
Pada 11 Septeber lalu, 24 gerbong kereta api yang parkir di Stasiun Rangkasbitung terbakar. 18 Saksi sudah dimintai keterangan termasuk satu saksi kunci yang melihat seorang tersangka menyiram gerbong kereta api dengan bensin.
(nik/fay)











































