"Menurunkan pemerintahan itu 5 tahun sekali. Kalau mau itu lewat pemilu," kata Pram, sapaan akrabnya, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (21/10/2010).
Wakil Ketua DPR ini menegaskan, kesalahan pemerintah bisa dikritik dengan cara-cara lain tanpa demonstrasi. Misalnya dengan tidak memilih partai penguasa dan presidennya dalam pemilu mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait aksi demonstrasi pada Rabu kemarin, Pram melihatnya masih berjalan proporsional. Apa yang menjadi kekhawatiran banyak pihak soal kerusuhan dan bentrokan massal tidak terjadi.
"Demonstrasi kemarin masih proprosional, apa yang jadi kekhawatiran tidak terbukti. Kalau ada sampai tembak-tembakan agak berlebihan. Ini merugikan kepolisian," lanjutnya.
Ditegaskan Pram, aksi demo kemarin juga harus menjadi alat introspeksi pemerintah. Terutama beberapa bidang yang dinilai masih kurang berprestasi.
"Karena bagaimanapun apa yg dilakukan teman-teman mahasiswa dalam aksi yang kemarin menunjukan kegelisahan. Representasi dari masyarakat," tutupnya.
(mad/lrn)











































