Pantauan detikcom, Kamis (21/10/2010), di sekitar jalan yang ambrol masih dipasang pagar seng. Selain petugas proyek, tidak ada yang boleh masuk ke dalam proyek. Tulisan 'Yang tidak berkepentingan dilarang masuk' terpampang di luar pagar seng tersebut.
Di area yang ditutupi pagar, terdapat sejumlah alat berat seperti back hoe dan kapal angkut beton yang bersandar di dekat jalan yang ambrol. Sekitar 50 pekerja sibuk memukul-mukul beton jalan menjadi serpihan. Ada pula yang menyirami beton dengan cairan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepeda motor masih bisa melewati jalan tersebut. Sebab, di salah satu sisi jalan yang ambrol dibangun jembatan dari papan dengan panjang sekitar 15 meter. Jika akan melintas, pengendara sepeda motor harus ekstra sabar, karena harus mengantre. Sebab jembatan itu tidak lebar, hanya cukup untuk satu deret sepeda motor.
Rupanya, jembatan itu dibangun atas inisiatif warga sekitar. Sekitar 10 warga berjaga di pangkal dan ujung jembatan. Ada warga yang membawa kotak plastik untuk menaruh uang. Maklum, setiap pengendara yang melintas harus membayar Rp 1.000.
16 September 2010 silam, sekitar pukul 03.15 WIB dini hari, Jalan RE Martadinata ambles sedalam 7 meter dengan panjang patahan 103 meter. Penyebab awal diperkirakan dari pergeseran tanah akibat pengikisan air laut.
(vit/fay)










































