Takut Kuper, DPR Tak Mau Dilarang ke Luar Negeri

Takut Kuper, DPR Tak Mau Dilarang ke Luar Negeri

- detikNews
Kamis, 21 Okt 2010 11:13 WIB
Takut Kuper, DPR Tak Mau Dilarang ke Luar Negeri
Jakarta - Hampir semua rencana kunjungan kerja anggota DPR, termasuk studi etika Badan Kehormatan ke Yunani, diloloskan oleh Pimpinan DPR. Hal itu dilakukan pimpinan karena tidak mau anggota Dewan jadi kurang pergaulan alias kuper.

"Masyarakat juga harus tahu, kalau DPR dilarang itu tidak boleh. Nanti DPR dilarang tapi eksekutifnya boleh. DPR jadi kuper ini malah tidak menjaga keseimbangan trias politika," ujar Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan.

Hal itu dikatakan taufik kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (20/10/2010). Taufik adalah pimpinan yang mengizinkan keberangkatan rombongan BK ke Yunani.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Taufik menuturkan, kunjungan ke luar negeri itu penting untuk pengetahuan anggota Dewan. Anggota DPR jadi berpengetahuan luas dan memiliki pengalaman yang mumpuni.

"Sebagai lembaga tinggi negara bagaimana membandingkan tingkat kemajuan bangsa dengan negara lain kalau tidak mengunjunginya," terang Sekjen Partai Amanat Nasional ini.

Namun demikian, Taufik berharap rombongan BK DPR, yang cukup kontroversial, harap membuka agenda kunjungan secara transparan ke publik. Sehingga tidak semakin merusak citra DPR.

"Silakan teman-teman BK harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat," terang Taufik.

Rombongan BK DPR akan bertolak ke Yunani akhir pekan ini. Rombongan akan berada satu pekan di Yunani.

Kunjungan BK DPR ke Yunani ini, menurut data Fitra, menghabiskan anggaran Rp 2,2 miliar. Rencana ini menjadi kontoversi setelah Wakil Ketua BK DPR Nudirman Munir menerangkan tujuan ke Yunani untuk melihat apakah gedung Parlemen Yunani bebas asap rokok.

Alhasil, muncul gelombang penolakan. Ketua BK DPR Gayus Lumbuun bahkan meminta Pimpinan DPR membatalkan kunjungan BK ke Yunani. Dia menganggap kunjungan BK ke Yunani tidak bermanfaat.
(van/lrn)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads