Soliditas Koalisi & Buruknya Performa Menteri Bayangi Pemerintahan SBY

Soliditas Koalisi & Buruknya Performa Menteri Bayangi Pemerintahan SBY

- detikNews
Kamis, 21 Okt 2010 07:17 WIB
Soliditas Koalisi & Buruknya Performa Menteri Bayangi Pemerintahan SBY
Jakarta - Usaha pemerintah membangun persepsi positif di tengah publik terganjal ancaman soliditas koalisi partai pengusung. Dalam beberapa kesempatan, gejolak politik memanas di Sekretariat Gabungan (Setgab). Setahun kabinet juga diwarnai dengan buruknya performa sejumlah menteri seperti temuan UKP4.

"Selain ancaman soliditas koalisi dan performa buruk sejumlah menteri, setahun kabinet juga ditandai dengan dilema politik yang menghantui sisa masa jabatan kabinet," ujar Pengamat Politik Charta Politika Arya Fernandes kepada detikcom, Rabu(20/10/2010) malam.

Menurut Arya, beberapa di antara dilema politik SBY itu adalah, pertama, dilema institusional. Ketergantungan Partai Demokrat pada figur SBY membuat SBY terlibat aktif dalam konsolidasi partai menjelang Pemilu 2014.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"SBY juga terjebak pada ancaman popularitas. Kekuasaan SBY yang dibangun melalui kharisma politik membuat SBY seperti terkungkung politik pencitraan. SBY cenderung berkomentar reaktif terhadap sejumlah isu-isu yang bersifat temporer. Dilema personal juga tampak dari keinginan SBY untuk mempersiapkan dinasti politik setelah ia tak lagi menjabat sebagai presiden," imbuh Arya.

Arya mengkhawatirkan akan terjadinya kutukan periode kedua bagi KIB bila pada periode kedua, SBY masih terjebak pencitraan politik, tak berani mengambil risiko atau tak melakukan terobosan politik yang berarti.

"Kutukan periode kedua ditandai dengan meningkatnya frustrasi politik pada Presiden yang terpilih kembali pada periode kedua. Frustasi itu dipengaruhi oleh turunnya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah. Hal itu sudah mulai tampak dengan adanya kecenderungan menurunnya prestasi pemerintah," kata Arya.

Arya mencontohkan, di Amerika Serikat, beberapa presiden, pernah mendapatkan kutukan periode kedua. Misalnya, skandal Bill Clinton dengan Monica Lewinsky membuat Clinton hampir tersungkur. Juga terjadi pada Ronald Reagan melalui skandal Iran-kontra dan Lyndon B Johnson melalui skandal Perang Vietnam.

"Idealnya, di periode kedua, fokus pemerintahan SBY hendaknya berorientasi pada kebijakan. Sementara, untuk melakukan konsolidasi politik di Partai Demokrat, SBY dapat memberi kepercayaan penuh kepada Anas Urbaningrum," kata Arya.

(mpr/anw)


Berita Terkait