Pasca Perampokan di Aceh Timur, BRI Perketat Pengamanan ATM & Bank

Pasca Perampokan di Aceh Timur, BRI Perketat Pengamanan ATM & Bank

- detikNews
Kamis, 21 Okt 2010 00:43 WIB
Pasca Perampokan di Aceh Timur, BRI Perketat Pengamanan ATM & Bank
Jakarta - Menyusul maraknya aksi kriminal dan perampokan, bank-bank nasional pun semakin meningkatkan sistem keamanan mereka. Keamanan ini sebagai upaya agar nasabah mereka tetap merasa aman dan nyaman.

"Aksi perampokan yang baru-baru ini terjadi di unit kerja kita berada di Bidari, Aceh Timur membuat kita semakin memperketat sistem pengamanan di internal," ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat Bank BRI Priyastomo, di Gedung BRI I Pusat, Jl Sudirman, Jakarta, Rabu (20/10/2010).

Pengamanan internal yang dimaksud, lanjut Priyastomo, adalah dimana satuan
pengamanan (Satpam) kesiagaannya akan ditingkatkan selama 1x24 jam. Selain pengamanan internal tersebut, pihak bank juga semakin intensif untuk berkordinasi dengan pihak Kepolisian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian baik di tingkat Polsek, maupun Pospol yang terdekat dengan unit kerja kita," lanjut Priyastomo.

Untuk setiap bank, menurut Priyastomo, standar prosedur pengamanan itu biasanya dengan menempatkan dua orang petugas kepolisian yang dibantu dengan Satpam. Selain itu, BRI juga berjanji akan melengkapi setiap unit kerjanya maupun di ATM dengan kamera pengintai (CCTV).

"Untuk CCTV sebagaian besar sudah ada dan akan terus kita lengakapi. Jadi kita pastikan pengamanannya akan berlapis baik secara sumber daya manusia, maupun teknologinya termasuk prosedur, dan standar oprasional pengaman, di seluruh unit kerja yang ada tanpa terkecuali," katanya.

Berapa dana yang siapkan dalam rangka peningkatan keamanan ini, pihak BRI sendiri mengaku tidak ada budget khusus yang disiapkan.

"Tidak ada anggaran khusus, tergantung pada kepala unit masing-masing dan bagaimana kedekatan yang dibangun dengan petugas."

Sebelum insiden di Aceh Timur kemarin, menurut Priyastomo, ternyata di salah satu cabang BRI yang di Semarang pada bulan September lalu sempat menjadi target aksi perampokan. Namun aksi tersebut berhasil digagalkan.

"Dan yang di Semarang itu dari tangan kawanan perampok ditemukan 22 daftar bank yang akan dirampok. Dan sekarang sudah ditangani Ditreskrim setempat," papar Priyastomo.

Dengan adanya upaya peningkatan keamanan ini, BRI berharap semua bank juga melakukan hal yang sama. Ini tidak lain untuk memberikan rasa nyaman pada nasabah.

"Kita harap pelayanan kepada para nasabah akan berjalan dengan baik dan nasabah merasa aman dan nyaman dalam bertransaksi," tandasnya.

Sebelumnya Selasa (19/10/2010) perampokan bersenjata kembali terjadi di BRI cabang Aceh Timur. Perampok yang berjumlah 4 orang berhasil menggondol uang sejumlah Rp 20,5 juta.

Namun aksi itu berhasil digagalkan petugas yang berjaga dan melupuhkkan 2 perampok. Sedangkan dua lagi berhasil kabur dengan membawa senjata AK 47.

(lia/anw)


Berita Terkait