Namun aksi 4 kawanan perampok tersebut berhasil digagal oleh petugas Polisi. Bahkan 2 diantara mereka juga dilumpuhkan dengan tembakan.
Berikut kronologi peristiwa perampokan bank tersebut versi BRI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, lanjut Priyastomo, petugas polisi yang memang berjaga rutin sudah melihat gerak-gerik mencurigakan keempat orang tersebut dari dalam kantor. Saat itu bank sendiri dijaga dua polisi dan Satpam.
"Jadi dari dalam kantor polisi sudah keliatan gerak-geriknya," lanjutnya.
Lebih lanjut Priyastomo menjelaskan, dari 4 kawanan perampok tersebut hanya 2 orang yang beraksi ke dalam bank. Sedangkan dua lainnya menunggu di luar bank dan salam posisi siap di atas motor.
"Dua orang itu langsung masuk dari pintu belakang dan langsung menuju meja teller dan kemudian mengambil uang di atas meja yang berjumlah Rp 20,5 juta," jelasnya.
Seketika keadaan di ruangan itu menjadi gaduh. Polisi yang berjaga pun berusaha menghentikan aksi dengan melepaskan tembakan dan mengenai dua perampok tersebut.
"Tapi mereka berusaha lari untuk kabur, tapi udah mau dekat sama yang menunggu di motor katanya mereka kelihatan nggak kuat jalan lagi. Akhirnya mereka terjatuh dan yang di motor hanya merampas pistol yang mereka bawa," imbuhnya.
Tidak ada karyawan yang menjadi korban atas insiden tersebut. Dengan terjadinya insiden tersebut pihak BRI pun semakin meningkatkan keamanan mereka dan berkordinasi dengan kepolisian maupun penambahan CCTV.
"Kita akan semakin meningkatkan keamanan kita," tandasnya.
Sebelumnya Selasa (19/10) BRI cabang Aceh Timur disatroni 4 perampok. Dua di antara mereka berhasil dilumpuhkan bernama Tarmizi (32) warga Ds Ketapang, Kec Samtalira, Aceh Utara dan tersangka 1 lagi tanpa identitas.
Dari tangan pelaku, polisi mengamankan uang Rp 20 juta dan 1 unit sepeda motor. Sedangakan dua lagi berhasil lolos dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Mio dengan 1 pucuk senpi AK 47. (lia/anw)











































