"Kalau ada yang agak sensitif tentunya saya akan jawab dengan senyum saja," kata Boediono sambil sambil tersenyum saat mengakhiri sambutannya dalam pertemuan di KBRI di Beijing, China, Rabu (20/10/2010).
Hadir dalam acara tersebut Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri BUMN Musthafa Abubakar, dan Menteri Perindustrian MS Hidayat, dan Dirut PLN Dahlan Iskan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pembukaan sambutannya, Boediono mengaku senang dapat bertemu dengan para WNI di Beijing. Ia mengatakan, setiap melawat ke luar negeri, kesempatan seperti itu pasti tidak dilewatkannya.
Boediono menyampaikan pesan, apapun statusnya di negeri orang, tali rasa dengan negara asal tetap dipelihara. Sebab, tali rasa tersebut merupakan aset yang sangat berharga. Indonesia akan melangkah lebih cepat apabila didukung WNI dimanapun berada.
"Tali rasa ini saya yakin masih ada. Saya harapkan tali rasa ini tetap dan saudara-saudara ikut memikirkan dan mendoakan. Bahasa jawanya cawe-cawe. Ikut sibuk deh, untuk membantu supaya transformasi ini komplet selesai tuntas dengan hasil yang baik," kata Boediono.
Usai bertemu dengan para WNI tersebut, Boediono singgah terlebih dahulu di Hotel Regis tempatnya melakukan transit setelah tiba dari Nanning, pagi hari. Pada Kamis (21/10/2010), pukul 00.45 waktu Beijing ia akan segera terbang kembali ke Tanah Air.
(irw/anw)










































