"Korban atas nama Farel Restu. Sekarang sedang diminta visum untuk memastikan lukanya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Boy Rafli Amar, Rabu (20/10/2010).
Sebelumnya, mahasiswa Universitas Bung Karno, Farel Restu tertembak kakinya saat pecah bentrok dengan polisi di Jl Diponegoro, Jakarta. Bentrok pecah setelah mahasiswa melempari polisi dengan batu karena tiga rekannya diamankan. Farel pun dilarikan ke UGD RSCM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penembakan ini membuat mahasiswa marah kepada polisi. Mereka ngotot bertahan memblokir Jl Diponegoro, Jakarta.
"Kami meminta polisi mengakui telah menembak teman kami. Baru kami akan bubar," kata negosiator mahasiswa, Adi, Rabu (20/10/2010) siang.
Tapi permintaan mahasiswa ditolak polisi. Menurut Kabag Ops Polres Jakpus AKBP Andri Wibowo, terkait penembakan tersebut, diselesaikan sesuai aturan dengan pelaporan ke Propam. Lalu polisi akan menyelidiki lebih jauh.
"Kami minta maaf atas insiden tersebut. Tapi untuk meminta pertanggungjawaban siapa yang menembak, itu harus dibawa ke Propam untuk ditindak sesuai aturan. Karena ini sudah malam, mohon mahasiswa membubarkan diri karena jalan akan dipakai masyarakat," imbuh dia.
Negosiasi pun menemui jalan buntu. Polisi dan mahasiwa bersiaga di tempat masing-masing. Mahasiswa terus membakar ban dan menyanyikan lagu perjuangan. Sedangkan, polisi bertahan di depan Bioskop Megaria.
Aksi mahasiswa itu semakin memacetkan lalu lintas petang hari ini. Jalan Proklamasi yang biasanya satu arah menuju Cikini, kini dipaksa dua arah. Tujuannya untuk mencairkan penumpukan kendaraan yang ke arah Matraman. Pengalihan arus lalu lintas juga dilakukan sehingga kawasan Menteng dan Manggarai padat merayap.
(fay/lh)











































