Mahasiswa di Jl Diponegoro Menolak Bubar

Setahun SBY-Boediono

Mahasiswa di Jl Diponegoro Menolak Bubar

- detikNews
Rabu, 20 Okt 2010 18:33 WIB
Mahasiswa di Jl Diponegoro Menolak Bubar
Jakarta - Mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) dan sejumlah kampus lain menolak membubarkan aksi blokir Jl Diponegoro, Jakarta. Mereka ngotot meminta polisi mengaku telah menembak rekan mereka, Farel Restu.

Waktu telah menunjukan pukul 18.15 WIB, sedangkan aturan polisi bahwa setiap aksi harus bubar pukul 18.00 WIB. Proses negosiasi berjalan alot.

"Kami meminta polisi mengakui telah menembak teman kami. Baru kami akan bubar," kata negosiator mahasiswa, Adi, Rabu (20/10/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi permintaan mahasiswa ditolak polisi. Menurut Kabag Ops Polres Jakpus AKBP Andri Wibowo, terkait penembakan tersebut, diselesaikan sesuai aturan dengan pelaporan ke Propam. Lalu polisi akan menyelidiki lebih jauh.

"Kami minta maaf atas insiden tersebut. Tapi untuk meminta pertanggungjawaban siapa yang menembak, itu harus dibawa ke Propam untuk ditindak sesuai aturan," kata dia.

"Karena ini sudah malam, mohon mahasiswa membubarkan diri karena jalan akan dipakai masyarakat," imbuh dia.

Meski polisi sudah meminta maaf. Mahasiswa masih bersikukuh menduduki jalan. Menurut mereka, jelas-jelas tertangkap kamera kalau polisi yang menembak.

"Jika tidak ada jaminan penembak itu diusut, kami akan tetap bertahan," kata mahasiswa dengan ngotot.

Negosiasi pun mandek. Polisi dan mahasiwa bersiaga di tempat masing-masing. Mahasiswa terus membakar ban dan menyanyikan lagu perjuangan. Sedangkan, polisi bertahan di depan Bioskop Megaria.

Aksi mahasiswa itu semakin memacetkan jalan petang hari ini. Jalan Proklamasi yang biasanya satu arah menuju Cikini, kini dipaksa dua arah. Tujuannya untuk mencairkan penumpukan kendaraan yang ke arah Matraman. Pengalihan arus lalu lintas juga dilakukan sehingga kawasan Menteng dan Manggarai padat merayap.

(asp/fay)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads