Diwarnai Keributan, Rapat Pleno KPUD Depok Diskors

Diwarnai Keributan, Rapat Pleno KPUD Depok Diskors

- detikNews
Rabu, 20 Okt 2010 15:58 WIB
 Diwarnai Keributan, Rapat Pleno KPUD Depok Diskors
Depok - Ketua KPUD Depok M Hasan memutuskan untuk mengskors rapat pleno KPUD Depok mengenai hasil perhitungan suara Pilkada Depok. Hal ini dilakukan terkait adanya keributan dari tim sukses dari 3 pasang calon Walikota Depok yakni nomor urut 1, 2, dan 4 karena keberatan dengan dipercepatnya rapat pleno.

"Ini kita skors dulu. Semua aspirasi sudah kita tampung. Nanti akan kita lanjutkan," ujar Ketua KPUD Depok M Hasan di Gedung Sarbini, Taman Wiladatika, Cibubur, Depok, Jawa Barat, Rabu (20/10/2010).
Β 
Skors dilakukan sejak pukul 14.45 WIB. Hingga pukul 16.30 WIB, rapat pleno belum dilanjutkan. Tampak para pendukung dari pasangan calon masih berada di sekitar lokasi. Mereka duduk-duduk di lapangan sepakbola di lokasi sekitar rapat pleno.

Petugas kepolisian sebelumnya menjaga ketat pintu masuk Gedung Sarbini. Namun kini polisi sudah melonggarkan penjagaan. Tim sukses dari para pasangan calon kini tampak santai berbincang-bincang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum diskors, pendukung pasangan nomor 4 yakni Badrul Kamal-Agus Supriyanto sempat mempertanyakan SK pengangkatan Ketua KPUD Depok M Hasan.

"Dia tidak punya SK pengangkatan sebagai ketua KPUD. Yang ada hanya peresmian anggota KPU," ujar salah satu pendukung Badrul Kamal-Agus Supriyanto, dari Partai Hanura, Samsul Marasabesy.

Sebelumnya rapat pleno KPUD Depok sempat diwarnai keributan karena rapat hari ini rapat digelar lebih cepat dari jadwal semula yakni Senin 25 Oktober 2010. Akibatnya sejumlah tim sukses dari 3 pasang calon Walikota Depok yakni nomor urut 1, 2, dan 4 keberatan dengan hal itu. Rapat pleno pun sempat diwarnai kericuhan.

Pada 16 Oktober lalu, warga Depok melakukan pemilihan langsung Walikota Depok. 4 Pasangan yang 'bertarung' adalah calon nomot urut 1 Gagah Sunu Sumantri dan Derry Drajat, nomor urut 2 Yuyun Wirasaputra dan Pradi Supriatna, nomor urut 3 Nur Mahmudi Ismail dan Idris Abdul Shomad, dan nomor urut 4 Badrul Kamal dan Supriyanto.

Pasangan Gagah-Derry Drajat maju dari jalur perseorangan dengan mengumpulkan 46.000 dukungan. Yuyun-Pradi Supriatna maju dengan didukung 15 partai politik, di antaranya Partai Gerindra dan Partai Hanura.

Pengusung Nur Mahmudi Ismail-Idris Abdushomad didukung antara lain Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, dan Partai Nasional Banteng Kemerdekaan. Serta pasangan Badrul Kamal-Agus Suprianto didukung Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Kebangkitan Bangsa.
(nik/vit)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads