Para imigran gelap ini kabur dari Rudenim sekitar pukul 04.00 wita, Senin (18/10/2010).
"Mereka kabur dengan menjebol terali ruang tahanan beramai-ramai," kata Kepala Rudenim Denpasar Amir Fatah kepada wartawan di kantornya, Rabu (20/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum kabur, para imigran yang depresi karena bosan menunggu kejelasan nasibnya mengamuk pada malam harinya. Mereka memecahkan kaca, menjebol pintu dan merusak dapur. Polisi pun datang untuk mengamankan para imigran.
"Setelah polisi pulang, ternyata pagi harinya mereka kabur," kata Amir.
Saat ini Polsek Kuta tengah menelusuri keberadaan para imigran Afganistan. Pihak imigrasi telah memberikan data dan foto para imigran yang kabur tersebut.
Kapolsek Kuta Selatan AKP Nanang Prihasmoko mengatakan telah menetapkan para imigran itu masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). "Kita mendekati orang Afganistan yang menetap di Bali untuk melacak keberadaan mereka.Β Diduga para imigran ini masih berada di Bali karena tidak tahu peta dan wilayah Bali," kata Nanang.
(djo/djo)











































