Demikian komentar Ketum DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie, menanggapi rencana Badan Kehormatan (BK) DPR ke Yunani untuk melakukan studi banding menganai etika parlemen. Tanggapan ini disampaikannya di sela peringatan HUT ke-46 Partai Golkar di hall D, Arena PRJ, Kemayoran, Jakarta, Rabu (20/10/2010).
"Melakukan studi banding itu pantas-pantas saja. Mungkin agar bisa mendapat hasil yang diinginkan," ujar Ical.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita lihat biayanya besar atau tidak. Kalau besar, maka yang tidak penting-penting harus ditiadakan. Kita harapkan mereka tidak seperti sedang jalan-jalan saja. Kita berpesan agar budget yang digunakan seminim mungkin," sambung salah satu orang terkaya di Indonesia itu.
Seperti diberitakan sebelumnya, ongkos studi banding BK DPR ke Yunani sebesar Rp 2,2 miliar. Apakah itu tergolong besar?
"Kalau itu buat 1500 orang, ya sedikit," jawab Ical.
"Anggota rombongan terdiri dari 13 anggota BK DPR dan 2 staf ahli. Apakah Rp 2,2 miliar itu tergolong besar?" kejar wartawan.
"Ya kita lihat keperluannya apa. Jangan cuma dilihat dari besaran budget, tapi keperluannya apa," balas Ical.
Menurut rencana, rombongan studi banding etika parlemen akan bertolak ke Yunani pada 23 Oktober 2010. Rombongan dipimpin Nudirman Munir, politisi dari Partai Golkar yang menjabat sebagai Wakil Ketua BK DPR, akan berada di Yunani selama 1 pekan.
(lh/djo)











































