Pantauan detikcom di Gedung Wilada Tika, Cibubur, Depok, Jawa Barat, Rabu (20/10/2010), pukul 15.40 WIB, tiga pasang calon Walikota Depok tersebut mengajukan keberatannya di sebuah mimbar dalam rapat pleno. Mereka pun meminta agar Ketua KPUD Depok menanggapi keberatan mereka.
Namun Hasan belum mau menanggapi keberatan ketiga tim sukses pasangan calon tersebut. "Dari awal sampai akhir sudah maksimal. Hal-hal yang disampaikan akan kami jawab pada ranahnya," ucap dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tolong hargai saya bicara dulu. Nanti Anda akanย saya berikan kesempatan," ujar Hasan kepada orang tersebut.
Hasan lalu meminta pembawa acara melanjutkan rapat hingga akhirnya pembacaan doa. Namun belum sempat doa dibacakan, lagi-lagi pria yang sama menyela acara. Pria tersebut meminta agar keberatannya ditanggapi. Tapi Hasan menolak permintaan pria tersebut.
ย "Lanjutkan acara kita membaca doa," pinta dia.
Mendengar jawaban Hasan, pria tersebut kemudian berjalan menuju mimbar. Namun belasan polisi yang memang sudah sejak tadi berjaga mencegatnya.
Sementara itu, di luar gedung, pendukungan pasangan calon Walikota Depok nomor urut 3 mendesak ingin masuk ke dalam gedung. Namun puluhan polisi langsung mengamankan pendukung dan menenangkannya. "Yang buat ricuh itu tolong dikeluarin," teriak pendukung Nurmahmudi tersebut.
Sedangkan di waktu yang sama di dalam ruangan, keributan masih terus terjadi. Tim sukses pasangan calon Walikota Depok nomor urut 4 terus mengajukan keberatan. "Kami tetap menuntut jadwal hari ini dikembalikan ke jadwal awal rapat pleno," teriak seorang tim sukses.
Seorang tim sukses pasangan nomor urut 4,ย Kunti Diah Wardhani mengatakan, pihaknya tidak diberitahukan sebelumnya soal perpindahan jadwal. "Kita keberatan karena sesuai jadwal pleno KPU hari Senin. Untuk hari ini kita tidak ada pemberitahuan tentang perubahan yang dibuat oleh KPUD," ujar Kunti.
Pada 16 Oktober lalu, warga Depok melakukan pemilihan langsung Walikota Depok. 4 Pasangan yang 'bertarung' adalah calon nomot urut 1 Gagah Sunu Sumantri dan Derry Drajat, nomor urut 2 Yuyun Wirasaputra dan Pradi Supriatna, nomor urut 3 Nur Mahmudi Ismail dan Idris Abdul Shomad, dan nomor urut 4 Badrul Kamal dan Suprianto.
Pasangan Gagah-Derry Drajat maju dari jalur perseorangan dengan mengumpulkan 46.000 dukungan. Yuyun-Pradi Supriatna maju dengan didukung 15 partai politik, di antaranya Partai Gerindra dan Partai Hanura.
Pengusung Nur Mahmudi Ismail-Idris Abdushomad didukung antara lain Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, dan Partai Nasional Banteng Kemerdekaan. Serta pasangan Badrul Kamal-Agus Suprianto didukung Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Kebangkitan Bangsa.
(gus/vit)











































