Kasat Intel Polresta Dumai, AKP Anggara Nasution mengungkapkan kepada wartawan, Rabu (20/10/2010). Dia menjelaskan, 11 warga negara Irak ini sebelum masuk ke Indonesia terlebih dahulu ke Malaysia.
"Dari Malaysia mereka menggunakan kapal pompong menuju Dumai. Begitu sampai di darat, langsung kita amankan," kata Anggara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka masih dalam pemeriksaan. Kita juga akan berkoordinasi dengan pihak Imigrasi. Mereka seluruhnya laki-laki dewasa," kata Anggara.
Kasus imigran gelap sudah seringkali terjadi di wilayah Riau. Mereka kebanyakan berasal dari berbagai negara, seperti Irak, Iran dan Aghanistan.
Sebelumnya, 73 imigran gelap asal Iran dan Afghanistan juga diamankan kantor imigrasi Yogyakarta. Mereka ditangkap saat akan menyeberang ke Australia melalui perairan Gunungkidul.
Para imigran gelap tersebut terdiri dari pria dewasa, wanita, dan anak-anak. Beberapa di antaranya dalam kondisi memprihatinkan karena sakit.
Untuk sementara, para imigran gelap tersebut ditempatkan di penampungan sementara kantor imigrasi Yogyakarta. Mereka juga sempat dikunjungi Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar.
Kepada Patrialis, perwakilan imigran minta segera dibebaskan dan dibiarkan melanjutkan perjalanan ke Australia. Mereka mengaku menuju ke Australia untuk mencari kehidupan yang lebih baik.
Mereka juga memohon tidak dideportasi atau dipulangkan ke negara asal. Sebab jika hal itu sampai terjadi, mereka akan mendapat hukuman berat.
(djo/djo)











































