Unjuk Rasa, Hujan, dan Susu Si Bijai

Unjuk Rasa, Hujan, dan Susu Si Bijai

- detikNews
Rabu, 20 Okt 2010 14:01 WIB
Unjuk Rasa, Hujan, dan Susu Si Bijai
Jakarta - Hujan deras mengguyur kawasan Lapangan Monas. Seribuan orang pengunjuk rasa satu tahun pertama pemerintahan SBY-Boediono di depan Istana Merdeka bergegas meninggalkan barisan mencari tempat berteduh.

Mendapati hujan, Bijai Marpaung, tersenyum. Pria asal Medan yang mengaku sebagai pawang hujan itu nampak berulang menengadahkan dua tangannya dari atas kepala hingga sujud menyentuh tikar plastik yang dia duduki.

"Tadi kan saya sudah minta hujan, dan kini terbukti," ujarnya Bijai yang sebelum memulai prosesi meminta hujan menyatakan terlebih dahulu minta izin kepada Kepala Polda Metro Jaya Irjen Sutarman.Β 

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Maka begitu massa pengunjuk rasa tiba di lapangan Monas, Bijai pun langsung memulai aksinya. Di atas plastik ukuran 1x1,5 meter, ayah dua putra itu duduk bersila ditemani tongkat hitam di sebelah kirinya dan setengah gelas air susu dan sebotol air mineral.

"Inilah perlengkapan saya bertugas," jelasnya.

Selain air mineral dan segelas susu, ada 'sesaji' lain yang Bijai perlukan untuk memenuhi pesanan mendatangkan atau mengsuir hujan. Bukan kemeyan, hio atau kembang tujuh rupa, melainkan dua bungkus rokok dan korek api.

"Syaratnya itu kalau orang minta buat hajatan. Saya pernah dibayar Rp 1,5 juta show artis," kata Bijai.

Uniknya untuk aksi di lapangan Monas, Bijai melakukannya secara suka rela. Tidak ada pesanan dari pihak mana pun, baik untuk mendatangkan atau mengusir hujan.

"Saya tidak mengharap imbalan. Tapi kalau ada yang memberi upah, ya saya nggak menolak," tambah laki-laki yang mengaku mendapatkan ilmu pawang secara turun temurun serta sudah merupakan 'langganan' Polda Sumut dan Kodam Bukit Barisan.

Bukan hari ini saja Bijai berusaha melebarkan pasanyanya hingga ke Jakarta. Beberapa saat sebelum upacara puncak peringatan HUT ke-58 RI pada 2003 silam dia juga beraksi di depan Istana Merdeka.

"Saya ditangkap karena dikira teroris, tapi besoknya dilepas," tuturnya sambil terkekeh.

Hari ini tidak ada yang menangkap Bijai. Sekitar pukul 12.00 WIB, Rabu (20/10/2010), hujan sempat turun. Sayangnya hanya berlangsung singkat.

Gerimis berangsur-angsur hilang. Suasana kembali cerah berawan dengan mendung masih menggelayut. Unjuk rasa pun kembali berlangsung.

(asp/lh)


Berita Terkait