Demokrat Minta Pimpinan DPR Batalkan Studi Etika ke Yunani

Demokrat Minta Pimpinan DPR Batalkan Studi Etika ke Yunani

- detikNews
Rabu, 20 Okt 2010 13:58 WIB
Demokrat Minta Pimpinan DPR Batalkan Studi Etika ke Yunani
Jakarta - Partai Demokrat akan mengajukan permintaan langsung kepada pimpinan DPR agar membatalkan kunjungan 8 anggota Badan Kehormatan (BK) DPR ke Yunani. Sebabnya, BK DPR tak boleh studi banding jauh-jauh ke luar negeri tanpa tujuan yang jelas.

"Melihat orang merokok ke Yunani itu yang nggak-nggak aja. Lucu sekali mereka, kita akan minta Pimpinan DPR membatalkan itu segera," tegas Wakil Ketum PD, Max Sopacua, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (19/10/2010).

Menurut Max, belajar kode etik tidak perlu jauh-jauh ke Yunani. BK DPR bisa melihat-lihat di internet atau mencari literatur di Kedutaan Yunani di Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau cuma melihat apa ada yang merokok di gedung parlemen kan bisa saja di airport atau di hotel mewah. Saya kira sudah sewajarnya anggota DPR di sana tidak merokok," kritik Max.

Max menilai, DPR cukup menerapkan tatib larangan merokok di gedung DPR. Dengan begitu tidak perlu menghabiskan dana hanya untuk studi banding DPR ke Yunani.

"Cukup diimbau untuk tidak merokok. Segera saja dibangun ruang khusus merokok," usul Max.

Ketua BK DPR Gayus Lumbuun mendesak pimpinan DPR membatalkan kunjungan BK ke Yunani. Hanya sikap tegas Pimpinan DPR yang dapat membatalkan kunjungan BK ke Yunani yang dinilai tidak membawa manfaat.

Sebelumnya anggota Komisi III DPR dari FPKS Nasir Jamil juga mendesak Pimpinan DPR untuk membatalkan kunjungan tersebut. Menurut Nasir, kunjungan tersebut adalah tindakan menipu rakyat.

Studi banding DPR ke Yunani ini menghabiskan anggaran Rp 2,2 miliar. Wakil Ketua BK DPR Nudirman Munir menuturkan tujuan dari kunjungan tersebut untuk mempelajari pola Parlemen Yunani yang bebas rokok.

(van/lrn)


Berita Terkait