Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri BUMN Musthafa Abu Bakar, dan Dirut PT PLN Dahlan Iskan terlihat duduk manis di minibus warna cokelat muda usai pertemuan Wapres dan para pengusaha China di Great Hall of The People, Nanning, Selasa (19/10/2010), sore kemarin.
Mereka tidak ikut rombongan Wapres yang sudah berangkat lebih dulu ke Li Yuan, tempat para pejabat tersebut menginap selama 2 malam di Nanning. Meski ragu-ragu, tapi karena disuruh naik ke dalam bus, para wartawan peliput kegiatan Wapres itu tidak ambil pusing lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alhasil, Mari Elka, Musthafa, Dahlan Iskan, staff kedubes RI untuk China, 11 wartawan, dan beberapa guide berdesak-desakan dalam minubus berkapasitas sekitar 20 penumpang.
Satu tempat duduk pun ada yang terpaksa dibagi untuk dua orang. Tapi tentu saja penumpang yang harus rela berbagi itu bukan bapak dan ibu pejabat.
Tidak seperti rombongan "main grup", minibus itu meliuk-liuk di jalanan Nanning yang cukup ramai tanpa pengawalan polisi setempat. Kalau kebetulan betemu dengan kemacetan, ya, tidak bisa meminta untuk diberi jalan.
Namun demikian, suasana di dalam minibus sewaan itu cukup ramai. Menteri dan para wartawan bebas mengeluarkan candaan-candaan seputar perjalanan. Hingga akhirnya, obrolan sampai kepada penyebab para pejabat itu terpaksa naik mobil wartawan. Mereka rupanya tertinggal rombongan inti Wapres.
"Kita tadi, kok, terlambat kenapa, ya, Yop?" tanya Mari Elka kepada Yopie Hidayat yang duduk berdekatan.
"Ya, kerena ibu dan bapak sibuk melayani pertanyaan dari wartawan tadi," jawab Yopie.
"Oh, iya, aku tadi ngeladenin wartawan RRC di atas," cetus Mendag.
"Oh, jadi karena terlambat?" teriak seorang wartawan.
Sambil tertawa, kepada jurnalis Yopie menimpali, "Mohon maaf teman-teman, kita tadi tertinggal rombongan utama, sehingga 'membajak' mobil teman-teman,".
Meski cengar-cengir, Wartawan tak keberatan dengan pengakuan Yopie tersebut. Karena keberadaan para menteri membuat wartawan bisa lebih dekat bersama mereka. Momen itu pun dimanfaatkan sebagian jurnalis untuk wawancara dan berbisik-bisik dengan menteri. Sstt!
(irw/lrn)











































