"Kebijakan pemerintah selama 1 tahun yang belum jelas kemana arahnya," ujar Sekjen PDIP, Tjahjo Kumolo, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (19/10/2010).
Tjahjo mencontohkan, kebijakan konversi minyak ke gas tidak diimbangi pengawaasan dan kontrol kuat terhada kualitas tabung gas. Akibatnya konsumen gas kerap menjadi korban dari kebijakan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PDIP juga menilai pemerintah berulangkali gagal dalam memberikan perlindungan terhadap stabilisasi harga pangan. Hasilnya, setiap tahun gejolak harga pangan terus terjadi dan menghasilkan harga keseimbangan baru yang tinggi.
"Pemerintah juga tidak mendorong untuk mengoptimalkan pemanfaatan dana Rp 512 triliun yang telah disetujui oleh kreditor, namun tidak segera dimanfaatkan untuk menggerakkan sektor riil yang mana seharusnya dpt membuka lapangan pekerjaan bagi rakyat," jelas Tjahjo.
Belum lagi masalah anggaran pertahanan yang belum mampu untuk memenuhi minimum essential force dan juga untuk kesejahteraan prajurit. Tjahjo juga menyinggung pemerintah yang belum fokus mengurus revitalisasi industri pertahanan dalam negeri.
"Remunerasi prajurit TNI yang bertugas di daerah terpencil, penataan bisnis TNI, dan penanganan wilayah perbatasan dan pulau-pulau terdepan juga harus dioptimalkan," tandasnya.
(van/fay)











































