Golkar Diminta Tegur Nudirman Soal Pernyataan Kunjungan ke Yunani

Golkar Diminta Tegur Nudirman Soal Pernyataan Kunjungan ke Yunani

- detikNews
Rabu, 20 Okt 2010 13:31 WIB
Golkar Diminta Tegur Nudirman Soal Pernyataan Kunjungan ke Yunani
Jakarta - Partai Golkar diminta menegur anggotanya yang menjabat Wakil Ketua Badan Kehormatan DPR, Nudirman Munir. Sebab, pernyataan Nudirman soal rencana kunjungan kerja ke Yunani dinilai telah melukai rakyat.

"Golkar harus menegur dan harus menarik orang yang tidak tepat di Badan Kehormatan. Itu memalukan DPR dan partai sendiri," kata Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW), Ibrahim Fahmi Badoh, kepada detikcom, Rabu (20/10/2010).

Sebelumnya, Nudirman menanggapi kritik kunjungan kerja 8 anggota BK ke Yunani dengan nada yang kurang simpatik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Udahlah, kalau Anda mau pergi ya pergi. Tapi bayar sendiri. Tapi kalau mau dibayari negara ya jadi anggota DPR, itu saja," kata Nudirman.

Menurut Fahmi, pernyataan tersebut sangat bertentangan dengan slogan yang belakang didengung-dengungkan, yakni 'Suara Golkar Suara Rakyat'.

"Itu malah merusak citra partai," kata Fahmi.

Sementara itu, Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Sebastian Salang, meragukan partai akan melakukan tindakan tegas terhadap para anggotanya.

"Partai lebih membela, melindungi orang-orang seperti ini. Kalau parpol sensitif terhadap suara rakyat, seharusnya beri sanksi kepada anggota yang sesuka hati menanggapi kritikan publik dengan melecehkan," kata Sebastian tentang kasus Nudirman.

Sebastian menambahkan, anggota DPR seharusnya menghargai semua kritikan rakyat, jika masih mau disebut sebagai wakil rakyat.

"Jangan alergi terhadap kritikan. Siapa yang menjadi pejabat publik, harus siap dikritik," ujarnya.

Nudirman adalah ketua rombongan tim yang akan melakukan studi banding ke Yunani pada tanggal 23 Oktober 2010. Dia akan berangkat bersama 7 anggota lain, minus sang Ketua BK DPR Gayus Lumbuun.

Menurut dia, keberangkatan menuju Yunani bertujuan agar DPR lebih maju dalam hal aturan kode etik. Jika itu tidak dilakukan, maka sistem yang ada akan jalan di tempat.

"Kalau tidak, kita anggota DPR ini seperti katak dalam tempurung," tegasnya.

(lrn/nrl)


Berita Terkait