"Golkar harus menegur dan harus menarik orang yang tidak tepat di Badan Kehormatan. Itu memalukan DPR dan partai sendiri," kata Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW), Ibrahim Fahmi Badoh, kepada detikcom, Rabu (20/10/2010).
Sebelumnya, Nudirman menanggapi kritik kunjungan kerja 8 anggota BK ke Yunani dengan nada yang kurang simpatik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Fahmi, pernyataan tersebut sangat bertentangan dengan slogan yang belakang didengung-dengungkan, yakni 'Suara Golkar Suara Rakyat'.
"Itu malah merusak citra partai," kata Fahmi.
Sementara itu, Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Sebastian Salang, meragukan partai akan melakukan tindakan tegas terhadap para anggotanya.
"Partai lebih membela, melindungi orang-orang seperti ini. Kalau parpol sensitif terhadap suara rakyat, seharusnya beri sanksi kepada anggota yang sesuka hati menanggapi kritikan publik dengan melecehkan," kata Sebastian tentang kasus Nudirman.
Sebastian menambahkan, anggota DPR seharusnya menghargai semua kritikan rakyat, jika masih mau disebut sebagai wakil rakyat.
"Jangan alergi terhadap kritikan. Siapa yang menjadi pejabat publik, harus siap dikritik," ujarnya.
Nudirman adalah ketua rombongan tim yang akan melakukan studi banding ke Yunani pada tanggal 23 Oktober 2010. Dia akan berangkat bersama 7 anggota lain, minus sang Ketua BK DPR Gayus Lumbuun.
Menurut dia, keberangkatan menuju Yunani bertujuan agar DPR lebih maju dalam hal aturan kode etik. Jika itu tidak dilakukan, maka sistem yang ada akan jalan di tempat.
"Kalau tidak, kita anggota DPR ini seperti katak dalam tempurung," tegasnya.
(lrn/nrl)











































